Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa mengingatkan agar pembangunan fisik berjalan beriringan dengan pembangunan manusia. Infrastruktur yang semakin baik, menurutnya, harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi sorotan di tengah masih tingginya jumlah penduduk miskin di Jawa Barat. Pada Maret 2026, tercatat sekitar 3,44 juta penduduk Jawa Barat berada dalam kondisi miskin. Meski angka tersebut mengalami penurunan, persoalan kemiskinan tetap membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Pemerintah tidak cukup hanya membangun jalan, fasilitas publik, maupun infrastruktur lainnya. Masyarakat juga harus mendapatkan akses terhadap lapangan pekerjaan, peluang usaha, pendidikan keterampilan, serta program pemberdayaan ekonomi yang benar-benar tepat sasaran.
Tantangan bagi pemerintahan Dedi Mulyadi adalah memastikan pembangunan tidak berhenti pada keberhasilan pembangunan fisik. Infrastruktur harus mampu membuka akses ekonomi, memperlancar aktivitas masyarakat, sekaligus menciptakan peluang baru bagi warga untuk meningkatkan pendapatan.
Jangan sampai pembangunan terlihat megah secara fisik, tetapi masih menyisakan persoalan kemiskinan dan pengangguran di tengah masyarakat.
Karena itu, keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pembangunan manusia menjadi penting. Jika keduanya dapat berjalan beriringan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat diharapkan tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat bawah.
DPRD Jawa Barat pun memiliki peran penting untuk terus mengawasi arah kebijakan pemerintah daerah agar anggaran dan program pembangunan tidak hanya terkonsentrasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.**
Sumber: Subang Info



0 Komentar