Pada kesempatan tersebut, Kepala SMPN 2 Bandung, Erni Kustiani memaparkan penyediaan makanan di kantin sehat SMPN 2 Kota Bandung dilakukan salah satunya untuk mendukung program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Sosialisasi tersebut meliputi pengelolaan sampah, Buruan Sae, Mabar B2SA, stop boros pangan dan sanitasi makanan serta Sugar-Salt-Fat Smart.
Makanan yang dijual di kantin pun telah melewati food test terlebih dahulu dari Food Security System DKPP Kota Bandung serta Dinas Kesehatan Kota Bandung.
"Hal ini kita lakukan untuk memastikan makanan yang dijual di kantin memiliki nilai gizi seimbang dan aman bagi kesehatan," katanya.
"Kita melihat di sini ada salah satu sekolah SMP 2 Bandung yang sudah memulai, walaupun belum sempurna. Mereka menyediakan makanan untuk anak sekolah yang sehat dan berstandar," katanya.
Di tempat yang sama, Ketua Sekretariat MUFPP, Filippo Gavazzeni mengapresiasi upaya SMPN 2 Kota Bandung dalam memberikan kebijakan yang ketat terkait makanan dan kantin sehat serta berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada SMPN 2 Kota Bandung yang telah menjadi tuan rumah dan menjadi salah satu lokus bagi para delegasi ASEAN Summer School untuk dijadikan Best Practice
"Bersama-sama kita telah mencapai banyak hal, namun masih banyak yang harus dilakukan. Terima kasih banyak atas kerja keras semua pihak dan semua yang telah mendukung kami," ujar Filippo.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung, Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP) dan Universitas Katolik Parahyangan, yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan dan memperbaiki program makanan sekolah di kota-kota ASEAN. (rob)**
Sumber: Diskominfo Kota Bandung








0 Komentar