Erwin merupakan owner UMKM yang khusus mengolah daun anggur bernama Kriuk! (Keripik Daun Anggur) yang berlokasi di Kelurahan Mengger Kecamatan Bandung Kidul.
"Ternyata lumayan juga antusis dari rekan-rekan saya. Lalu saya coba kembangkan lagi akhirnya sampai sekarang pasarnya sudah lumayan banyak sih sampai ke mancanegara," katanya saat ditemui di rumah produksinya, beberapa waktu lalu.
Celupkan satu-satu daun anggur dalam adonan, goreng, angkat, dan tiriskan. Untuk mengurangi kadar air dan minyak, Erwin menggunakan mesin spinner berkapasitas 5 kg.
Ia mendapatkan bahan baku daun anggur dari daerah Jawa Barat. Ia juga mendapatkan bahan baku dari warga Kecamatan Bandung Kidul yang telah banyak melakukan budidaya anggur.
"Jadi kita masih dapat lah bahan baku daunnya terutama dari Kecamatan Bandung Kidul," kata dia.
Selain memproduksi keripik, kini Erwin juga telah mengembangkan berbagai olahan lain dari daun anggur, mulai dari kerupuk, sistik, pangsit, dinsum hingga dendeng.
Ia menjual kerupuk daun anggur seharga Rp15.000 per 100 gram, keripik Rp13.500 per 70 gram, dan sistik Rp11.000 per 80 gram.
"Saya buka lagi produk baru lagi bikin produk baru yaitu kerupuk. Ternyata kerupuk yang sekarang lagi naik," ujarnya.
Olahan daun anggurnya kini selain merambah pasar dalam negeri juga telah mulai diekspor ke pasar mancanegara mulai dari Jepang, China hingga Jerman. (rob)***
Sumber: Diskominfo Kota Bandung
0 Komentar