Realisasi ini sudah termasuk dalam 4 kelurahan di antaranya Kelurahan Margasari (86,31 persen), Kelurahan Cijawura (99,59 persen), Kelurahan Sekejati (96,86 persen), dan Kelurahan Jatisari (97,73 persen).
Ia mengungkapkan, masyarakat lebih mengetahui persis permasalahan di lapangan. Sehingga pembangunan bisa lebih tepat sasaran.
Sementara itu, data usulan Musrenbang tahun 2025 RKPD tahun 2026 sebanyak 96 usulan. Setiap kelurahan pun memiliki usulan yang bervariatif.
"Terdapat 96 usulan tahun ini, mulai dari ekonomi, infrastruktur dan sosial budaya. Kita terus upayakan ini untuk terealisasi agar pembangunan di wilayah berjalan optimal," ungkapnya.
"Pembicaraan ini perlu kita kuatkan, karena kadangkala suka lupa perencanaan dan penganggaran. Pada kegiatan Musrenbang baiknya bukan angka atau anggaran, tapi tujuan yang akan direncanakan," tuturnya.
"Perlu melakukan sinkronisasi program untuk efisiensi dan efektivitas biaya anggaran. Anggaran yang efektif, akan terasa sasaran dan manfaatnya bagi masyarakat," imbuh Koswara.
"Masyarakat bisa mengawal dan mengawasi pembangunan, sehingga berperan aktif dalam kebijakan publik itu. Kita upayakan dalam Musrenbang ini mampu terealisasi, jika belum maka bisa diupayakan dalam rencana lain yang matang dan bermanfaat," ucapnya. (yan)**
Sumber; Diskominfo Kota Bandung








0 Komentar