Penandatanganan dilakukan di Gedung Pakuan, Jumat 16 Mei 2025.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sambutannya menyebut pentingnya membangun generasi yang produktif dan memiliki keterikatan dengan nilai-nilai kebangsaan.
"Kalau Indonesia tidak segera mengubah mindset bangsanya menjadi bangsa produktif, saya cemas akan munculnya generasi yang tidak lagi mengenal kampung halamannya, tak tersentuh lagu-lagu kebangsaan, dan tak punya keterikatan dengan bangsanya sendiri," ujar Dedi.
Ia juga menyoroti bahaya kebebasan yang menabrak hukum dan berpotensi melemahkan generasi bangsa.
Ada pun Pemkot Bandung telah membentuk Satgas Premanisme di level Kecamatan. Terbaru, Satgas ini dibentuk di Kecamatan Sukajadi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, Satgas Anti Premanisme merupakan wujud kolaborasi lintas sektor, termasuk unsur TNI, Polri, Satpol PP, pemerintah kota, serta partisipasi masyarakat.
"Premanisme dalam bentuk intimidasi, pemerasan, dan ancaman kekerasan sangat mengganggu stabilitas ekonomi dan rasa aman masyarakat. Karena itu, negara harus hadir dengan tegas," kata Farhan.
Farhan juga menyebut Pemerintah Kota Bandung tidak serta-merta menganggap organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai bagian dari premanisme.
Farhan juga menegaskan pentingnya pendekatan ganda dalam pemberantasan premanisme yaitu hard power melalui penegakan hukum, serta soft power berupa pendekatan sosial, edukatif, dan ekonomi.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi teladan dalam menegakkan hukum dan menciptakan lingkungan yang ramah investasi. (ray)**
Sumber; Diskominfo Kota Bandung
0 Komentar