Saat ini, program MBG oleh Muhammadiyah baru menjangkau sekitar 1.700 siswa dari tingkat TK hingga SMA. Program MBG diinisiasi untuk menyediakan makanan bergizi secara gratis dan menyasar anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui kelompok yang paling membutuhkan asupan gizi seimbang.
Dalam peluncuran tersebut, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengapresiasi Muhammadiyah atas kepedulian dan komitmennya yang tinggi dalam mendukung program pemerintah.
“Program MBG ini sangat penting bagi masa depan anak-anak kita. Ini ikhtiar nyata untuk menyiapkan generasi Bandung yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujar Erwin.
“Saya yakin lulusan Muhammadiyah itu kuat secara mental, tangguh secara sosial, dan akan mengimplementasikan ilmunya di kemudian hari. Sekolahnya bersih, toiletnya bersih. Ini bagian dari pendidikan karakter,” katanya.
“Hari ini kita membentuk pemuda-pemudi yang akan jadi pengusaha hebat, anggota DPR, wali kota, gubernur, bahkan presiden. Semua berawal dari gizi yang cukup dan pola hidup sehat,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung, Musa Muhammad, menyambut baik kolaborasi dengan pemerintah dalam program ini.
Sedangkan Koordinator Daerah Makanan Bergizi Muhammadiyah Kota Bandung, Cepi Aunillah menjelaskan, MBG Muhammadiyah dimulai minggu ini di Komplek Perguruan Muhammadiyah Antapani.
"Saat ini jumlah penerima manfaat sekitar 1.700 siswa dari TK 12 Muhammadiyah, SD 7 Muhammadiyah, SMP 8 Muhammadiyah dan dan SMA 2 Muhammadiyah," ungkapnya.
Program MBG diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menurunkan angka stunting, serta menjamin anak-anak mendapatkan gizi yang layak sejak dini. Ini juga merupakan bagian dari upaya menciptakan Sumber Daya Manusia unggul di masa depan.
“Mudah-mudahan dengan hadirnya dapur MBG Muhammadiyah ini, kita semua bisa berkontribusi mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” tuturnya. (yan)**






0 Komentar