Hal tersebut ia sampaikan saat membuka kegiatan Latihan Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 2 Oktober 2025.
“Ini bukan sekadar forum pelatihan biasa. Kegiatan seperti ini adalah tempat menempa calon pemimpin masa depan, baik secara intelektual, spiritual, maupun sosial,” ujar Erwin di hadapan peserta kaderisasi.
“Bandung adalah kota pelajar dan kota kreatif, tempat berkumpulnya anak muda dengan ide segar. Mahasiswa Bandung, khususnya mahasiswa muslim, punya tanggung jawab besar untuk menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kota Bandung, lanjut Erwin, siap mendukung penguatan peran mahasiswa lewat berbagai program berbasis visi Bandung Utama.
“Kami percaya kegiatan kaderisasi seperti ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan. Dari sinilah akan lahir pemimpin-pemimpin baru yang tak hanya pintar bicara, tapi juga mampu bertindak nyata membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi bangsa,” jelasnya.
“Tantangan ke depan seperti kemiskinan, pengangguran, ketimpangan sosial, hingga krisis moral, tidak bisa ditangani oleh pemerintah saja. Mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan, pengontrol sosial, sekaligus penyambung aspirasi rakyat,” paparnya.
“Melalui pelatihan ini, kami mencetak kader HMI yang berkualitas untuk memajukan agama, bangsa, dan negara,” ujar Aldira.







0 Komentar