Secara tahunan (year-on-year), inflasi Kota Bandung tercatat 2,10 persen. Angka ini masih di bawah inflasi Jawa Barat sebesar 2,19 persen dan nasional 2,65 persen.
Sedangkan inflasi year-to-date (ytd) berada pada level 1,45 persen, lebih rendah dibandingkan Jawa Barat (1,57 persen) maupun nasional (1,82 persen).
Laporan tersebut juga mencatat, penyumbang utama inflasi September 2025 berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan andil 0,14 persen.
Komoditas yang berpengaruh di antaranya daging ayam ras, cabai merah, minyak goreng, serta emas perhiasan.
Jika dirinci, TPK hotel bintang tercatat 56,38 persen, mengalami penurunan, sedangkan TPK hotel non bintang sebesar 37,87 persen justru mengalami kenaikan.
Rata-rata lama menginap tamu hotel pada periode yang sama tercatat 1,44 malam, dengan peningkatan pada tamu hotel non bintang.
Sementara itu, persentase penduduk miskin di Kota Bandung pada Maret 2025 tercatat sebesar 3,78 persen, atau menurun tipis dibandingkan periode sebelumnya.
Catatan ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Stabilitas inflasi juga menjadi penopang iklim usaha dan pariwisata di Kota Bandung yang sedang terus berkembang. (ray)**





0 Komentar