Lurah Situsaeur, Deni Setiabudi mengungkapkan, saat ini terdapat 84 anak di bawah dua tahun (Baduta) yang terindikasi stunting di wilayahnya.
“Kami tidak tinggal diam. Saat ini kami terus mendorong berbagai program inovatif untuk mencegah dan menangani stunting, seperti Pojok Calon Pengantin (Catin) dan program Remaja Peduli Stunting (Rampes),” ujarnya saat paparan pada kegiatan Siskamling Siaga Bencana, Kamis 2 Oktober 2025
Selain fokus pada stunting, Kelurahan Situsaeur juga aktif dalam program Kelurahan Siaga Sehat dan Tangguh Bencana, yang memiliki 9 pilot project utama, yaitu Peduli Stunting, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kesehatan Ibu dan Anak dan Siaga Kebakaran.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang hadir dalam Siskamling tersebut mengapresiasi jajaran kelurahan yang sudah bekerja keras.
“Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Kelurahan Situsaeur. Stunting memang masalah serius, dan upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini, mulai dari calon pengantin hingga lingkungan,” kata Farhan.
“Kita juga butuh ruang publik seperti sarana olahraga, tempat berkumpul, dan seni budaya. Karena interaksi sosial itu bagian dari budaya kita, yaitu warga jaga warga. Jangan sampai ada warga yang sakit atau kekurangan gizi tidak diketahui tetangga,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Farhan mendorong pemanfaatan fasilitas sekolah untuk kegiatan warga seperti senam, bulu tangkis, dan aktivitas lainnya.
Dengan semangat kolaborasi antara warga, pemerintah kelurahan, dan dukungan kota, diharapkan angka stunting di Kelurahan Situsaeur dapat terus ditekan, demi menciptakan generasi Bandung yang sehat dan berkualitas. (yan)**







0 Komentar