Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB, ketika Dzulfikar yang diketahui rutin mengunjungi dan memasuki area kolam renang. Hingga siang hari, aktivitas berlangsung normal. Sekitar pukul 12.00 WIB, korban sempat terlihat berbincang dengan pengawas kolam renang. Dalam kesempatan itu, pengawas menyarankan agar yang bersangkutan untuk beristirahat.
Namun sekitar pukul 13.00 WIB, korban kembali masuk ke kolam. Tak lama kemudian, teriakan anak-anak pengunjung memecah suasana, mengabarkan adanya orang tenggelam.
Tim pengawas kolam renang dengan sigap langsung melakukan upaya penyelamatan. Korban berhasil diangkat dari kolam dan segera diberikan pertolongan pertama. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.10 WIB.
Pihak UPTD Tegallega kemudian menghubungi petugas kesehatan dari Puskesmas. Karena belum mendapatkan respons kedatangan petugas sementara kondisi korban semakin mengkhawatirkan, pada pukul 13.15 WIB korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Bandung Kiwari yang lokasinya tidak jauh dari kolam renang.
Setibanya di rumah sakit, korban langsung mendapatkan penanganan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Di saat bersamaan, pihak keluarga korban tiba di rumah sakit. Namun tak berselang lama, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.
UPTD Tegallega langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait penanganan lanjutan serta penyerahan barang-barang milik almarhum, berupa tas dan sepeda motor. Selain itu, pihak UPTD juga mendatangi rumah duka untuk menyerahkan barang pribadi almarhum sekaligus menyampaikan belasungkawa.
Berdasarkan keterangan keluarga, khususnya istri almarhum, sebelum berangkat ke kolam renang korban sempat berpamitan dalam kondisi kurang sehat dengan keluhan demam dan batuk.
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas upaya cepat serta tindakan yang telah dilakukan oleh UPTD Tegallega.
Keluarga menyatakan menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai takdir dari Tuhan Yang Maha Esa dan menegaskan tidak memberikan keterangan kepada media karena telah mengikhlaskan musibah yang terjadi.
Sebagai wujud empati dan belasungkawa, UPTD Tegallega turut menggelar tahlilan untuk mendoakan almarhum, seraya berharap kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas di fasilitas umum.
Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan belasungkawa yang mendalam terkait kejadian di Kolam Renang Tirtalega yang menelan korban tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Bandung, kami menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya salah seorang warga saat beraktivitas di Kolam Renang Tirtalega. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ucap Farhan.
Farhan juga mengapresiasi respon cepat dan upaya maksimal dari pihak UPTD Tegallega untuk memberikan pertolongan pertama.
“Kami mengapresiasi langkah cepat dan upaya maksimal yang telah dilakukan petugas di lapangan dalam memberikan pertolongan pertama. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas di fasilitas umum,” ujarnya
Selain itu, pihaknya pun akan terus melakukan evaluasi dan penguatan standar keselamatan di fasilitas umum yang dimiliki oleh Pemkot Bandung.
“Pemkot Bandung akan terus melakukan evaluasi dan penguatan standar keselamatan di fasilitas publik agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” pungkasnya. (red)**
Sumber; Diskominfo Kota Bandung



0 Komentar