Hal tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan sistem keanggotaan pensiunan yang lebih terintegrasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ia menilai, inovasi KTA Pensiunan Nasional sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong layanan berbasis digital, termasuk penerapan sistem transaksi non-tunai.
Menurutnya, pemanfaatan kartu fisik maupun kartu digital dalam KTA Pensiunan Nasional menjadi langkah penting untuk membiasakan masyarakat, termasuk para wredatama, dalam menggunakan layanan digital yang kini semakin dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ke depan, kartu tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan atau nilai tambah, seperti akses layanan tertentu maupun bentuk apresiasi lainnya bagi para pensiunan.
“Para wredatama memiliki peran dan jasa besar bagi Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung berkomitmen untuk terus memberikan ruang penghargaan serta peluang kontribusi melalui sinergi program yang bermanfaat,” ujarnya.
"KTA Pensiunan Nasional ini bukan sekadar kartu anggota, tetapi menjadi bagian dari pendataan nasional PWRI,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong adanya dukungan dan sinergi dari pemerintah daerah agar pelaksanaan pendataan dapat berjalan optimal.
“Dengan data yang rapi dan akurat, program untuk wredatama bisa disusun dengan lebih tepat,” tuturnya.(ray)
Sumber; Diskominfo Kota Bandung







0 Komentar