Subscribe Us


 

Forum Karasa Dikukuhkan, Kota Bandung Perkuat Sistem Pangan Tangguh




MEDIASAKSINEWS -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama berbagai pemangku kepentingan mengukuhkan Forum Multipihak Sistem Pangan (Forum Karasa) Kota Bandung sebagai langkah strategis membangun sistem pangan yang berkelanjutan, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan perkotaan. 

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Urban Futures yang digelar Bumi Sangkuriang Kota Bandung, Selasa 10 Februari 2026.

Forum ini hadir di tengah tantangan serius yang dihadapi Kota Bandung. Sebanyak 94,05 persen kebutuhan pangan kota masih bergantung dari luar daerah. Di sisi lain, hampir 60 persen sampah Kota Bandung merupakan sampah organik, dengan sekitar 20 persen di antaranya berupa sisa makanan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gingin Ginanjar menyatakan pentingnya integrasi berbagai program untuk membangun sistem pangan sirkular. 

“Sebesar 94,05% pangan kita masih bergantung dari luar kota. Di sisi lain, hampir 60% sampah Kota Bandung adalah sampah organik, dengan sekitar 20% berupa sisa makanan. Oleh karena itu, integrasi antara Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan Sampah (Kang Pisman), Buruan Sehat, Alami, dan Ekonomis (Buruan SAE), dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) menjadi kunci dalam membangun sistem pangan sirkular Kota Bandung,” ujarnya.

Di tingkat komunitas, inisiatif pertanian perkotaan juga terus diperkuat. Vania Febriyantie dari Seni Tani menjelaskan, pendekatan Community Supported Agriculture (CSA) dikembangkan untuk mendekatkan produsen dan konsumen di Kota Bandung. 

Selama implementasi program Urban Futures pada 2025, sebanyak 215 orang tercatat bergabung sebagai anggota CSA Seni Tani.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut kolaborasi lintas sektor penting dalam mewujudkan sistem pangan yang tangguh dan berkeadilan. Ia berharap Forum Karasa (Kang Pisman, Buruan SAE, dan Dashat) dapat menjadi ruang sinergi yang hidup.

“Berbagai pihak perlu berkolaborasi, salah satunya melalui forum ini yang bernama Forum Karasa. Harapannya, Forum Karasa dapat menjadi ruang sinergi yang hidup, mendorong peran aktif masyarakat dan orang muda, serta mempercepat terwujudnya sistem pangan Kota Bandung yang tangguh, berkeadilan, dan berkelanjutan," ujarnya.

"Forum multipihak sistem pangan kota Bandung ini selanjutnya bisa diformalkan melalui keputusan wali kota,” imbuhnya.

Sedangkan Regional Coordinator Program Urban Futures, Laily Himayati memastikan komitmen keberlanjutan kolaborasi. 

“Program Urban Futures akan melanjutkan kolaborasi dengan seluruh stakeholder di Kota Bandung. Kami akan tetap mengawal forum ini agar dapat bergulir secara reguler untuk sistem pangan Kota Bandung yang lebih berkeadilan, berkelanjutan, dan tahan iklim,” katanya.

Dalam forum tersebut, perwakilan Urban Futures juga menyerahkan Kertas Kebijakan berisi rekomendasi penguatan ketahanan pangan berkelanjutan. 

Rekomendasi itu mencakup penguatan sistem pangan teritorial, seperti pembangunan simpul pangan kota, serta integrasi ekosistem sistem pangan terpadu yang dapat diadopsi dalam agenda pembangunan Kota Bandung.

Pada kesempatan yang sama, Majelis Simpang Muda (MSM) membacakan deklarasi serta menyerahkan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Bandung yang diwakili oleh DKPP. 

Keterlibatan generasi muda ini menjadi penegasan bahwa sistem pangan berkelanjutan membutuhkan partisipasi aktif lintas generasi.

Program Urban Futures merupakan program global berdurasi lima tahun (2023–2027) yang memadukan sistem pangan perkotaan, kesejahteraan orang muda, dan aksi iklim. 

Program yang dikelola Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Humanis) ini berjalan di 10 kota di Kolombia, Ekuador, Indonesia, Zambia, dan Zimbabwe, termasuk Bandung dan Manggarai Barat di Indonesia.

Melalui pengukuhan Forum Karasa, Kota Bandung menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan berbasis kolaborasi pentahelix. 

Sinergi pemerintah, komunitas, akademisi, swasta, dan generasi muda diharapkan menjadi fondasi kuat menuju sistem pangan kota yang lebih tangguh menghadapi krisis iklim dan dinamika perkotaan. (red)**







Sumber; Diskominfo Kota Bandung



Posting Komentar

0 Komentar