Kegiatan ini menghadirkan unsur pemerintah daerah, komunitas penggiat lingkungan, tokoh budaya dan kasepuhan, tokoh masyarakat, serta rekan-rekan insan pers sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan di Jawa Barat.
Acara yang dipandu oleh moderator Umar Komarudin berlangsung dialogis dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.
• Dewan pakar Jurnalis Media Indonesia, Aceng Syamsul H, S.Sos., MM, yang memaparkan pentingnya komunikasi publik dalam membangun kesadaran ekologis.
• DR.P.A.RANGKUTI, Ketua Umum RBNI, menyoroti kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kawasan hutan.
• Yudha Suswardhanto, Kepala Divisi Perhutani Regional Jawa Barat & Banten, yang menekankan penguatan regulasi dan pengawasan berbasis partisipasi publik.
• Ngadi Utomo S.Sos.,S.H.,M.H. Ketua umum Jurnalis Media Indonesia (JMI), menyampaikan bahwa pers memiliki fungsi kontrol sosial sekaligus edukasi lingkungan.
• Juson Simbolon, aktivis WALHI, yang mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan seringkali terjadi karena kurangnya transparansi informasi kepada publik.
• Kepala Bidang Perhutani Regional Jawa Barat dan Banten, yang memaparkan langkah pengelolaan hutan berkelanjutan serta pentingnya pengawasan bersama.
Dalam diskusi mengemuka bahwa media tidak hanya berperan sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu:
• Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konservasi hutan dan air.
• Mengawal kebijakan lingkungan agar berjalan transparan dan akuntabel.
• Menjadi ruang advokasi bagi komunitas lokal dan masyarakat adat.
• Mendorong kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil.
Ketua Umum JMI menegaskan bahwa jurnalisme lingkungan harus diperkuat dengan data, investigasi, dan narasi yang membangun kesadaran, bukan sekadar sensasi.
Komitmen Bersama Jaga Alam Lembang
Para peserta sepakat bahwa kawasan Lembang sebagai daerah resapan air dan penyangga ekosistem Bandung Raya harus dijaga keberlanjutannya. Forum ini diharapkan menjadi awal sinergi berkelanjutan antara insan pers dan seluruh elemen masyarakat dalam merawat hutan Jawa Barat sebagai warisan generasi mendatang.
Kegiatan ditutup dengan seruan bersama agar media terus konsisten mengangkat isu lingkungan secara konstruktif, solutif, dan berpihak pada kelestarian alam.**
Red/Mumu.







0 Komentar