Ketua pelaksana kegiatan, dr. Dadang, menyampaikan bahwa isu perilaku seksual berisiko dan penyimpangan sosial merupakan persoalan penting yang berdampak pada kesehatan sosial serta ketahanan daerah. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperkuat peran melalui pendekatan promotif, preventif, edukatif, hingga rehabilitatif.
Anggota DPRD Kota Bandung, dr. H. Edwin Senjaya, menekankan pentingnya kehati-hatian dalam merumuskan regulasi. Ia menyebut perlunya aturan yang mampu menjaga nilai moral dan akhlak masyarakat, namun tetap memperhatikan prinsip inklusivitas Kota Bandung sebagai kota yang terbuka dan nyaman bagi semua.
Perwakilan organisasi masyarakat dan tokoh agama yang hadir juga menyampaikan pandangan mereka terkait pentingnya sosialisasi, pengawasan di lingkungan pendidikan dan pesantren, serta penguatan ketahanan keluarga sebagai benteng utama pencegahan.
Menanggapi hal tersebut, dr. Inong menyampaikan bahwa penguatan institusi keluarga menjadi prioritas. Ia mendorong adanya edukasi pranikah, pengasuhan berbasis keluarga, serta kolaborasi antara pemerintah, DPRD dan masyarakat dalam membangun ketahanan sosial.
FGD ini menjadi bagian dari proses penjaringan aspirasi dan penyusunan rekomendasi kebijakan yang akan dibahas lebih lanjut dalam forum legislasi DPRD Kota Bandung.***
Red/Puput






0 Komentar