Subscribe Us


 

Salah Satu Janji Politik Itu adalah MBG

Rahmat Suprihat, S.Pd 

Penulis : Rahmat Suprihat, S.Pd - Guru SMPN 55 dan Aktivis Pendidikan Kota Bandung

MEDIASAKSINEWS -- Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program yang diluncurkan oleh pemerintahan Prabowo - Gibran dan hal ini dinyatakan sejak awal kampanye pemilihan presiden 2024. 

Sebagai sebuah janji maka pada saat Prabowo-Gibran memenangkan perhelatan pemilu 2024, salah satu target program yang harus direalisasikan yaitu diantaranya program Makan Bergizi Gratis. 

Setiap program yang digulirkan oleh pemerintah manapun juga, saya sangat meyakini bahwa semuanya bermuara pada niat baik dan tulus pemerintah untuk memberikan pelayanan yang dapat bermanfaat dan dirasakan kehadirannya oleh masyarakat secara umum. 

Sama halnya dengan program Makan Bergizi Gratis, program ini tentunya sangat baik terutama dalam rangka membantu asupan ketercukupan gizi yang awalnya diperuntukkan bagi para peserta didik.

Saya sangat meyakini tentunya pada kondisi kenyataan di lapangan pasti ditemukan tidak sedikit peserta didik yang memiliki keterbatasan untuk sarapan pagi atau mengisi perutnya sebelum berangkat ke sekolah bahkan asupan gizinya ada yang jauh dari kata layak.

Dengan adanya Makan Bergizi Gratis ini maka masyarakat yang sangat memiliki keterbatasan tersebut mendapatkan berita menggembirakan karena secara langsung setiap mereka yang memiliki keterbatasan tersebut dapat menikmati suguhan dan sajian Makan Bergizi Gratis yang sudah disiapkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Namun dalam kenyataannya setiap kebijakan yang memiliki nilai positif selalu beriringan dengan hadirnya nilai-nilai negatif yang terukur pada saat proses program itu berjalan. 

Sama halnya dengan program Makan Bergizi Gratis ini ada beberapa catatan yang sebenarnya bisa menjadi sebuah stimulus dalam rangka menghadirkan program yang baik ini untuk semakin mendekati kata sempurna. 


Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Pemerintah termasuk oleh Badan Gizi Nasional sebagai leading sektor dari program MBG ini diantaranya :

- Perlu adanya evaluasi yang berhubungan dengan penerima program Makan Bergizi Gratis ini, dimana pada saat ini program MBG ini diberikan hampir kepada seluruh siswa dan tidak mengenal pengklasteran sekolah berdasarkan daya dukung kekuatan finansial ekonomi orang tua peserta didik tersebut. Menurut hemat saya validasi data ini sangat dibutuhkan agar kebermanfaatan program MBG ini bisa diterima berdasarkan kebutuhan peserta didik terutama mereka yang memiliki keterbatasan secara ekonomi. Selain itu saya sangat memahami dan meyakini bahwa bagi sebagian orang tua yang dikategorikan mampu dan menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah tertentu maka sebenarnya program MBG ini tidak begitu relevan untuk mereka terima. Oleh karena itu maka idealnya sebelum program ini digulirkan bgn melalui SPPG dan bekerja sama dengan pihak sekolah harus memvalidasi terlebih dahulu kondisi anak-anak yang dikategorikan perlu mendapatkan dukungan dari program MBG ini. 

- Perlunya monitoring dan evaluasi rutin atas kinerja SPPG, hal ini diperlukan mengingat program memberikan asupan gizi kepada masyarakat dalam bentuk makanan sangatlah riskan atau memiliki resiko yang tidak kecil.Hal ini terbukti dengan banyaknya temuan keracunan para peserta didik sebagai penerima program.Dengan adanya monitoring dan evaluasi rutin maka segala hal yang tidak diharapkan dapat diminimalisir.Keterbatasan personil BGN memang menjadi kendala dilapangan namun keterbatasan itu bisa diminimalisir dengan membangun kerjasama antara BGN dengan UPT Puskesmas atau dengan aparat kewilayahan setingkat kecamatan atau kelurahan.

- Rendahnya pengawasan yang dilaksanakan dari awal berdirinya SPPG dengan segenap persyaratan terlihat dengan banyaknya SPPG yang diberhentikan operasionalnya dikarenakan ada beberapa komponen persyaratan yang tidak sesuai SOP, contohnya tidak ada IPAL, sanitasi yang buruk dan lain sebagainya.

- Pihak SPPG harus kreatif dan inovatif dalam mengemas produk olahan menjadi menu yang menarik dan enak serta tidak lepas dari angka ketercukupan gizi.Hal ini sangat perlu mengingat sebagai menu yang rutinitas disantap maka apabila menu yang dihadirkan terus berulang maka akan menimbulkan kebosanan bagi penerimanya.

- Dari menu yang dihadirkan, sebenarnya SPPG bisa mengevaluasi diri dengan melihat sisa makanan yang terdapat dalam nampan MBG, artinya pada saat ditemukan produk menu yang tersisa dengan jumlah banyak artinya secara tidak langsung menu itu memang kurang cocok di lidah penerima manfaat dan dari banyaknya menu tersisa akan menimbulkan masalah baru berupa timbulan sampah organik.

- Pilihan menu pun menjadi salah satu hal yang terpenting terutama dihubungkan dengan penerima manfaat tersebut karena seiring dengan bergulirnya waktu MBG ini tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik mulai dari TK, PAUD sampai SMA sederajatnya tetapi termasuk meliputi untuk anak balita dan lansia.Oleh karena itu maka pilihan menu disesuaikan dengan kesesuaian usia penerima tersebut karena kadang ditemukan menu yang diberikan untuk anak PAUD tidak sesuai peruntukannya.

- Perekrutan pegawai SPPG pun idealnya disesuaikan dengan lapangan pekerjaan yang dihadapi mengingat bahwa spesifikasi latar belakang pekerja dengan tanggung jawab pekerjaan yang diampunya tentunya harus mengarah kepada makna keprofesionalismean sehingga hasil kinerja yang didapatkan paling tidak akan sesuai dengan yang diharapkan.Hal ini perlu diperhatikan mengingat pada kenyataannya tidak sedikit pengelola SPPG bukan dan tidak berlatar keilmuan yang memiliki irisan dengan Program MBG ini meskipun di SPPG ada ahli gizinya.

- SPPG harus harus menjalin komunikasi yang aktif dengan pihak sekolah dalam rangka menggali berbagai macam temuan di lapangan terutama dari peserta didik sebagai penerima manfaat dan temuan-temuan ini tentunya bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi sppg dalam rangka meningkatkan pelayanan sehingga layanan yang diberikan oleh sppg dapat diterima dengan baik oleh para peserta didik termasuk oleh penerima mbg yang lainnya. 

- selain itu sekolah juga harus terus memantau dan mengawasi hadirnya menu-menu yang disuguhkan oleh sppg untuk para peserta didik dengan meningkatkan peran PIC yang ada di sekolah.Hal ini sangat penting karena dari pengawasan yang maksimal maka setiap hal yang tidak semestinya dan akan menimbulkan masalah dari layanan SPPG ini dapat dihindari.

- Pemerintah dalam hal ini bgn termasuk para pimpinan wilayah setingkat walikota Bupati dan gubernur sudah semestinya memiliki kanal-kanal informasi aduan yang berhubungan dengan program mbg ini sehingga masyarakat bisa dengan langsung menyampaikan temuannya yang berhubungan dengan pelayanan program MBG ini.Dari laporan yang disampaikan oleh masyarakat maka pemerintah dapat dengan cepat mengambil langkah-langkah strategi dalam rangka meminimalisir segala hal yang tidak diharapkan terjadi dan merugikan masyarakat. 

- hal lain yang sangat penting dari bergulirnya program Makan Bergizi Gratis ini, saya sangat berharap agar pemerintah senantiasa berupaya untuk mengefektifkan pemberian MBG ini sesuai dengan keadaan fiskal negara, artinya MBG bukanlah sebuah program yang harus terus berjalan pada saat keadaan fiskal negara dalam kondisi tidak baik-baik saja.Ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan dalam memberikan toleransi terutama berhubungan dengan kondisi fiskal negara saat ini diantaranya melalui pengurangan jatah MBG bagi penerima misalnya untuk sekolah hanya diberikan selama 3 hari selain itu seperti yang dijabarkan di atas validasi penerima manfaat akan dapat memberikan dampak pengurangan anggaran bagi MBG.

- apabila dalam kondisi yang sangat darurat seperti pada saat ini di mana negara defisit hampir 240 triliun maka pilihan untuk mengurangi jatah pemberian mbg bahkan sampai penghentian sementara program ini sepertinya dapat dimaklumi oleh banyak masyarakat, tentunya pemerintah bisa menyampaikan segala kebijakan yang diambilnya kepada masyarakat secara terbuka terbuka.***




Red/Pupu

Posting Komentar

0 Komentar