Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Launching Roadshow Honda Safety Generation 2026 yang digelar di lingkungan sekolah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Farhan menilai edukasi safety riding yang diberikan secara langsung kepada siswa menjadi langkah strategis untuk menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini.
Farhan mengapresiasi kegiatan edukasi yang menghadirkan praktik langsung di lingkungan sekolah.
Menurutnya, pendekatan seperti ini efektif karena mampu menjangkau siswa yang sebagian besar mulai menggunakan sepeda motor untuk pertama kalinya.
“Edukasi seperti ini penting karena diberikan tanpa sekat. Anak-anak bisa langsung memahami bagaimana berkendara yang aman dan sesuai aturan,” katanya.
Dalam arahannya, Farhan juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan administrasi seperti kepemilikan SIM dan kelengkapan kendaraan.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pengendalian emosi saat berkendara, yang kerap menjadi faktor pemicu kecelakaan di jalan raya.
Lebih lanjut, Farhan mendorong agar program serupa dapat diperluas ke sekolah lain di Kota Bandung dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk industri otomotif dan media.
Ia menyebut kolaborasi dengan PT Daya Adi Cipta Motor sebagai langkah positif yang perlu terus dikembangkan.
Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Kota Bandung berharap lahir generasi muda yang tidak hanya terampil berkendara, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
SMAN 22 Bandung pun diharapkan mampu menjadi pelopor dalam membangun budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab di kalangan pelajar, sekaligus menginspirasi sekolah lain di Kota Bandung. (red)**
Sumber ; Diskominfo Kota Bandung








0 Komentar