CEO Tiento Run Indonesia, Moh. Haikal, ST., MM, menyampaikan bahwa keberlanjutan ajang ini merupakan komitmen pihaknya setelah melihat dampak positif dalam dua tahun terakhir.
“Tahun 2026 ini kami putuskan untuk melanjutkan apa yang telah kami lakukan selama dua tahun terakhir. Kami ingin terus berkontribusi terhadap sektor sport tourism di Kota Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya,” ujar Haikal.
“Hotel-hotel di sekitar Gedung Sate, terutama bintang dua dan tiga, hampir seluruhnya sold out saat hari pelaksanaan. Ini menunjukkan event lari bisa memberikan dampak nyata bagi ekonomi daerah,” tambahnya.
Haikal berharap pada 2026, dampak ekonomi yang dihasilkan bisa jauh lebih besar dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Bandung dan Jawa Barat.
“Tahun lalu pesertanya mencapai lebih dari 3.000 orang. Ke depan harus terus berlanjut karena bisa meningkatkan ekonomi Kota Bandung,” ujarnya.
Meski demikian, Farhan mengakui masih ada tantangan yang perlu dibenahi, seperti persoalan sampah dan beberapa ruas jalan yang sedang dalam proses penataan jalur busway, yang berpotensi mengurangi kenyamanan peserta.
“Saya ingin setiap produk sepatu lokal bisa melakukan campaign di Bandung. Kita harus bangga menggunakan produk dalam negeri,” tegasnya.
Dengan tingginya antusiasme peserta serta dukungan pemerintah daerah, Tiento Run 2026 optimistis kembali menjadi salah satu event sport tourism unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat di Jawa Barat.***
Red/Puput.


.jpg)



0 Komentar