Perkumpulan Media Berantas Korupsi (PMBK) menyoroti pengelolaan youth space yang berada di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung., Senin (20/04/2026).
Fasilitas ini sejatinya dirancang sebagai pusat kreativitas, kolaborasi, dan pemberdayaan pemuda, sekaligus menjadi bagian dari janji politik Wali Kota Bandung periode almarhum Oded M. Danial dan Yana Mulyana yang tertuang dalam RPJMD.
Namun dalam praktiknya, sejumlah fasilitas dilaporkan tidak berfungsi optimal dan di lapangan muncul laporan bahwa beberapa youth space kurang terawat dan tidak aktif secara programatik. Jika benar terjadi pembiaran, maka potensi kerugian bukan hanya pada aspek fisik bangunan, tetapi juga pada hilangnya manfaat sosial dan ekonomi bagi generasi muda.
Padahal, pembangunan youth space bersumber dari APBD dengan nilai anggaran bervariasi. Salah satu contoh, pembangunan Youth Space Kiaracondong pada 2022 menelan anggaran sekitar Rp348 juta. Hingga awal 2022, tercatat 11 youth space telah dibangun di tujuh kecamatan di Kota Bandung.
“Jangan sampai bangunan yang dibangun dari uang rakyat justru menjadi simbol pemborosan karena tidak dioptimalkan,” tegas perwakilan PMBK.
PMBK meminta kepala dinas olahraga Kota Bandung segera melakukan evaluasi dan mengaktifkan kembali fungsi youth space sebagai pusat pelatihan, diskusi, kewirausahaan, olahraga, serta pengembangan kepemimpinan pemuda.
Selain itu, pihak kecamatan juga diminta proaktif merawat dan menghidupkan aktivitas kepemudaan agar fasilitas tersebut benar-benar memberi dampak nyata agar fasilitas yang telah dibangun tidak menjadi aset mati.***
Red.



0 Komentar