Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, yang turut bersinergi dalam menyediakan bibit serta pendampingan teknis di lapangan.
Merespons Ancaman Pembangunan Swasta
Aksi penanaman pohon ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah pernyataan sikap terhadap kondisi ekosistem di Kabupaten Bandung wilayah Utara. Saat ini, kawasan tersebut dinilai mengalami tekanan lingkungan yang berat akibat menjamurnya proyek pembangunan baru oleh berbagai perusahaan swasta.
Soroti Perizinan dan Potensi Kerugian Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Aktivis Anak Bangsa juga memberikan catatan kritis kepada pemerintah daerah terkait pengawasan aktivitas usaha di wilayah konservasi tersebut.
"Kami mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap para pengusaha yang melakukan pembangunan di wilayah Kabupaten Bandung wilayah Utara. Pemerintah harus memastikan seluruh prosedur perizinan ditempuh dengan benar. Jika ditemukan pengusaha yang tidak patuh atau melanggar perizinan, harus ada tindakan tegas tanpa pandang bulu. Ketidakteraturan ini bukan hanya merusak alam, tetapi juga menyebabkan hilangnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk pembangunan masyarakat," tegas koordinator umum Aktivis Anak Bangsa.
Seruan Kolaborasi Lintas Sektor
Melalui aksi ini, Aktivis Anak Bangsa menyampaikan imbauan keras kepada tiga elemen kunci:
• Pemerintah:
Untuk memperketat pengawasan dan perizinan pembangunan di kawasan resapan air.
• Pengusaha:
Agar mengedepankan prinsip keberlanjutan dan tidak sekadar mengejar profit semata.
• Masyarakat:
Untuk ikut serta mengawasi dan menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
"Lingkungan adalah warisan untuk anak cucu, bukan komoditas yang bisa dieksploitasi tanpa batas. Kami mengetuk hati seluruh elemen masyarakat, pengusaha, hingga pemerintah untuk berdiri bersama melindungi ekosistem Bandung Utara," tegas koordinator umum Aktivis Anak Bangsa.
Aktivis Anak Bangsa berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pohon yang telah ditanam dan akan melanjutkan aksi serupa di titik-titik kritis lainnya di wilayah Jawa Barat.**
Red/(JMI).



0 Komentar