Subscribe Us


 

Rita Shafira dan Lili Maulana Ajak Masyarakat Perkuat Kerukunan dan Dorong Kepemimpinan yang Terbuka di Kota Bandung


MEDIASAKSINEWS | Bandung – Semangat persatuan, kerukunan, dan keterbukaan menjadi pesan utama yang disampaikan Rita Shafira dan Lili Maulana dalam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan mendukung kemajuan Kota Bandung.

Rita Shafira, warga Kota Bandung yang juga menjabat sebagai Kepala UPTD Pelayanan Pemakaman Wilayah IV Kota Bandung, mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya LSM dan organisasi kemasyarakatan, untuk memperkuat budaya silaturahmi, dialog, serta semangat persaudaraan demi terciptanya Kota Bandung yang damai dan harmonis.


"Saya ingin melihat Kota Bandung menjadi kota yang diberkahi Allah SWT, penuh cinta kasih, nyaman, dan damai bagi seluruh warganya. Karena itu saya mengajak semua pihak untuk mengedepankan kebersamaan dan kerukunan dalam menyikapi berbagai dinamika yang terjadi," ujar Rita.

Menurutnya, persoalan yang berada dalam ranah hukum sebaiknya diserahkan kepada mekanisme dan lembaga yang berwenang. Sementara masyarakat perlu fokus menjaga persatuan serta mendukung terciptanya suasana yang kondusif bagi pembangunan Kota Bandung.

"Kita harus mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Bandung membutuhkan energi positif untuk terus maju," katanya.


Senada dengan Rita, Lili Maulana yang mengaku sebagai warga asli Kota Bandung berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga para ketua RT dan RW dapat bersama-sama menjaga semangat "Bandung Sauyunan".

"Kami berharap Kota Bandung tetap menjadi kota yang rukun, harmonis, dan bermartabat. Semua pihak perlu bersatu membangun Bandung yang lebih baik dengan semangat gotong royong dan kebersamaan," ujar Lili.


Selain menyoroti pentingnya kerukunan, keduanya juga menyampaikan aspirasi masyarakat mengenai pentingnya kepemimpinan yang terbuka terhadap kritik dan masukan dari publik.

Menurut mereka, harapan masyarakat sangat mendasar, yaitu hadirnya pemimpin yang tidak antikritik, bersedia menerima masukan, serta mampu membangun budaya kerja yang transparan dan profesional.


Masyarakat menilai bahwa budaya "Asal Bapak Senang" (ABS) perlu ditinggalkan karena berpotensi menciptakan laporan yang tidak objektif dan menghambat pengambilan keputusan yang tepat. Dalam praktiknya, budaya tersebut dapat menyebabkan informasi yang disampaikan kepada pimpinan hanya berisi hal-hal yang menyenangkan, sementara persoalan yang sebenarnya terjadi di lapangan tidak tersampaikan secara utuh.

Karena itu, masyarakat berharap para pemimpin dapat melakukan verifikasi secara langsung terhadap kondisi yang ada, mengedepankan fakta dan data objektif, serta memberikan apresiasi kepada bawahan yang menyampaikan informasi secara jujur.

Selain itu, masyarakat juga mendorong agar ruang partisipasi publik semakin dibuka melalui saluran pengaduan, forum dialog, dan mekanisme komunikasi yang mudah diakses. Dengan demikian, kritik, saran, serta masukan konstruktif dari warga dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.


Transparansi dan akuntabilitas dinilai sebagai fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Mulai dari tingkat pemerintah daerah hingga lingkungan RT dan RW, masyarakat berharap budaya keterbukaan dapat terus diperkuat demi menghadirkan pemerintahan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kepentingan warga.

Rita Shafira dan Lili Maulana meyakini bahwa Kota Bandung akan semakin maju apabila seluruh elemen masyarakat mampu menjaga persatuan, memperkuat budaya musyawarah, serta mendukung kepemimpinan yang terbuka, transparan, dan siap menerima evaluasi demi perbaikan bersama.

Dengan semangat "Bandung Sauyunan", keduanya mengajak seluruh warga untuk terus merawat persaudaraan, mengedepankan dialog, dan menjadikan Kota Bandung sebagai rumah bersama yang nyaman, harmonis, serta membanggakan bagi seluruh masyarakat.**






Redaksi 

Posting Komentar

0 Komentar