Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung sekaligus dokter, Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM, dalam Sonata Talkshow berkolaborasi dengan PR FM bertajuk “Merasa Sehat Belum Tentu Sehat: Mengapa Medical Check-Up Penting?” yang disiarkan pada Rabu, 3 Juni 2026.
“Berbeda antara tidak ada gejala dengan tidak ada penyakit. Banyak penyakit yang pada stadium awal tidak menimbulkan keluhan, sehingga baru diketahui ketika kondisinya sudah lebih berat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hipertensi atau tekanan darah tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala meski angka tekanan darah sudah mencapai 160 hingga 170 mmHg. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat merusak organ-organ penting, terutama ginjal.
“Kalau ditemukan lebih awal, perubahan pola hidup seperti menjaga pola makan dan rutin berolahraga bisa dilakukan untuk mencegah penyakit berkembang lebih jauh,” jelasnya.
Agung juga menyoroti dislipidemia atau kadar kolesterol tinggi yang dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.
Menurutnya, salah satu alasan masyarakat enggan melakukan medical check-up adalah rasa takut mengetahui hasil pemeriksaan. Ada pula yang merasa dirinya masih sehat sehingga menganggap pemeriksaan kesehatan tidak diperlukan.
“Padahal justru dengan mengetahui penyakit sejak dini, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan hasil pengobatannya biasanya lebih baik,” katanya.
Selain faktor psikologis, biaya pemeriksaan juga kerap menjadi pertimbangan. Namun, Agung mengimbau, masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan dasar yang tersedia di puskesmas.
Terkait usia ideal untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, Agung menyarankan masyarakat mulai membangun kesadaran sejak usia dewasa muda.
Untuk usia 20-an tahun, pemeriksaan dasar seperti indeks massa tubuh, tekanan darah, kadar kolesterol, dan profil lipid sebaiknya dilakukan setiap tiga tahun sekali. Memasuki usia 30 tahun, pemeriksaan dapat ditambah dengan evaluasi fungsi ginjal, fungsi hati, serta risiko penyakit kardiovaskular.
Sementara itu, pada usia 40 tahun ke atas, pemeriksaan kesehatan dianjurkan dilakukan setiap tahun. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi rekam jantung (EKG), skrining risiko penyakit jantung dan stroke, pemeriksaan mata, hingga deteksi dini berbagai jenis kanker.
“Semakin bertambah usia, semakin banyak aspek kesehatan yang perlu diperiksa. Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar penyakit bisa diketahui lebih awal dan ditangani dengan tepat,” pungkasnya.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa merasa sehat belum tentu benar-benar sehat. Pemeriksaan kesehatan berkala menjadi investasi penting untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah munculnya komplikasi penyakit di kemudian hari. (red)**
Sumber: Diskominfo Kota Bandung







0 Komentar