Menurut Kisnandar, upaya menekan angka kriminalitas harus dilakukan melalui langkah-langkah yang komprehensif dan tetap berada dalam koridor hukum.
Ia menyatakan sependapat dengan pandangan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, yang mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak memicu tindakan main hakim sendiri (eigenrichting).
"Selain dari apa yang dikhawatirkan Pak Yusril, pernyataan tersebut juga dapat menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa institusi kepolisian sudah tidak memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai aparat penegak hukum. Padahal, menjaga keamanan merupakan tugas bersama dengan tetap mengedepankan peran aparat yang berwenang," ujar Kisnandar.
Ia menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota perlu mengedepankan langkah pencegahan melalui pemberdayaan masyarakat dibandingkan kebijakan yang berpotensi menimbulkan penafsiran berbeda di tengah publik.
"Alangkah lebih bijaknya apabila pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota mencari solusi agar angka kejahatan dapat diminimalisasi.
Kejahatan mungkin tidak akan pernah hilang sepenuhnya, tetapi dapat ditekan dengan membangun masyarakat yang lebih kuat, peduli, dan berdaya," katanya.
Kisnandar menambahkan, perhatian pemerintah terhadap pembinaan generasi muda hingga tingkat RT dan RW merupakan salah satu kunci menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
"Harapan saya, apabila institusi pemerintah benar-benar peduli, para remaja di setiap RW juga harus difasilitasi dengan kegiatan olahraga, seni, budaya, dan keagamaan.
Dengan begitu, semangat, energi, dan pencarian jati diri para remaja dapat tersalurkan ke arah yang positif sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif," ungkapnya.
Menurutnya, pembinaan karakter dan penyediaan ruang kreativitas bagi generasi muda merupakan investasi jangka panjang dalam upaya menekan angka kriminalitas.
Sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bandung, Kisnandar menegaskan organisasinya siap bersinergi dengan pemerintah, kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas Kota Bandung melalui pendekatan edukatif, pembinaan sosial, dan pemberdayaan kepemudaan.
"Kami percaya bahwa keamanan bukan hanya soal penindakan, tetapi juga soal membangun karakter, memberikan kesempatan, dan menghadirkan ruang yang positif bagi generasi muda agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.**
Redaksi



0 Komentar