MEDIASAKSINEWS -- Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya resmi memasuki tahap awal melalui Groundbreaking Indonesia Mass Transit Project (Mastran) yang digelar di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026). Proyek ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menghadirkan sistem transportasi massal yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan bagi masyarakat di kawasan Cekungan Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk mendukung penuh pembangunan BRT yang diyakini mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus menekan tingkat kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di kawasan perkotaan.
Menurut Farhan, kehadiran BRT akan diikuti dengan penataan kawasan di sepanjang koridor layanan. Pemerintah akan mendorong pembangunan fasilitas pendukung seperti gedung parkir dan kawasan transit yang tertata agar sistem transportasi publik dapat berjalan lebih optimal.
Selain itu, Pemkot Bandung juga menyiapkan transformasi angkutan kota menjadi layanan feeder yang terhubung langsung dengan koridor utama BRT. Dengan konsep tersebut, masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan efisien dari wilayah permukiman menuju pusat aktivitas.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut Bandung Raya sebagai salah satu kawasan metropolitan dengan tingkat mobilitas tinggi yang membutuhkan sistem transportasi massal andal. Kehadiran BRT diharapkan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Pembangunan BRT Bandung Raya juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Dedi Mulyadi menilai proyek ini sebagai momentum penting menuju era baru transportasi publik yang lebih modern dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat.**








0 Komentar