Kegiatan bertema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat" tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. Dalam sambutannya, Erwin menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai pengawas partisipatif.
"Partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas demokrasi. Melalui pendidikan ini diharapkan lahir pengawas-pengawas yang mampu menjaga suara rakyat serta mengawal setiap tahapan Pemilu secara objektif dan bertanggung jawab," ujar Erwin.
Ia juga mengajak para peserta untuk menjadi agen literasi demokrasi di lingkungan masing-masing dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, menangkal penyebaran informasi menyesatkan, serta mendorong penggunaan hak pilih secara bijak.
Sebanyak 20 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, mahasiswa, serta alumni program pengawasan partisipatif mengikuti kegiatan yang diisi dengan materi, diskusi, hingga evaluasi pembelajaran.
Hazmi berharap para peserta mampu menjadi motor penggerak pengawasan di tengah masyarakat dan memperkuat budaya demokrasi yang sehat di Kota Bandung.
"Kami berharap kader yang lahir dari pendidikan ini dapat berperan aktif mengedukasi masyarakat dan memperkuat pengawasan bersama demi mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat," katanya.
Redaksi





0 Komentar