Festival yang pertama kali digelar di Kota Bandung ini mengusung konsep unik dengan menggabungkan bazar buku internasional, festival kuliner, serta berbagai aktivitas edukatif dan hiburan keluarga dalam satu kawasan. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Bandung dan Big Bad Wolf Books Indonesia dalam upaya mendekatkan budaya membaca kepada masyarakat.
Menurutnya, konsep Pages & Plates Festival sengaja dirancang agar masyarakat tidak hanya datang untuk membeli buku, tetapi juga memperoleh pengalaman literasi yang menyenangkan bersama keluarga.
“Ini bukan sekadar bazar buku. Kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan literasi, kreativitas, kuliner, dan interaksi komunitas dalam satu festival yang menarik bagi semua kalangan,” ujarnya di Pendopo Kota Bandung, Selasa (21/7/2026).
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati ragam sajian kuliner yang dikurasi oleh komunitas kuliner ternama Keuken, menciptakan suasana membaca yang lebih santai dan menyenangkan.
Sementara itu, Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, menyebut kehadiran festival ini memiliki nilai historis tersendiri karena bertepatan dengan peringatan 10 tahun perjalanan Big Bad Wolf di Indonesia.
Ia mengungkapkan, setelah satu dekade berkeliling ke berbagai kota besar, tahun ini menjadi momen pertama Big Bad Wolf hadir langsung di pusat Kota Bandung melalui kolaborasi bersama Pemkot Bandung.
Dalam penyelenggaraan kali ini, Big Bad Wolf akan membawa lebih dari satu juta buku dari berbagai genre, mulai dari buku anak, novel, pengembangan diri, bisnis, hingga sains dan teknologi. Seluruh koleksi ditawarkan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp75 ribu agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Panitia menargetkan lebih dari 20 ribu pengunjung per hari selama pelaksanaan festival. Tingginya minat masyarakat Bandung terhadap kegiatan literasi, edukasi, dan wisata keluarga diyakini menjadi modal besar untuk menyukseskan agenda tersebut.
Seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya masuk. Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkaya kalender event Kota Bandung sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap dunia literasi.***
Redaksi







0 Komentar