Dalam kunjungannya pada Jumat (24/7/2026), Dedi Mulyadi mengungkapkan keprihatinannya terhadap kesejahteraan para petugas pengelola sampah yang saat ini hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp1,3 juta per bulan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab program pengolahan sampah sering kali tidak berjalan secara berkelanjutan.
Mengutip Pikiran Rakyat dalam keterangannya Dedi Mulyadi menjelaskan, banyak kegiatan pengolahan sampah, termasuk budidaya maggot, terhenti karena berbagai kendala, salah satunya belum adanya kepastian pasar untuk menyerap hasil produksi maggot. Akibatnya, para pengelola kesulitan memperoleh pendapatan yang layak.
Menurut Dedi, dukungan terhadap pengelola sampah tidak cukup hanya berupa semangat, tetapi juga harus diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan dan penyediaan fasilitas yang memadai.
"Yang utama adalah konsisten melaksanakan," ujar Dedi saat meninjau kegiatan pengelolaan sampah di kawasan Arcamanik, Bandung.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap langkah ini dapat menjadi stimulus bagi pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petugas yang berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan.**
Redaksi



0 Komentar