MEDIASAKSINEWS | BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan melalui Program Rehabilitasi Ruang Publik dan Ruang Terbuka Hijau (Rindu Rindang). Program tersebut diawali dengan penanaman pohon perdana di RW 09, Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Rabu (22/7/2026), sebagai langkah konkret menghadapi ancaman krisis air bersih dan bencana hidrometeorologi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, penghijauan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki manfaat besar bagi keberlanjutan lingkungan perkotaan. Selain meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau, penanaman pohon juga berperan penting dalam menjaga ketersediaan air tanah dan memperkuat ketahanan kota terhadap dampak perubahan iklim.
Menurut Farhan, keberhasilan program lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Ia mengapresiasi warga RW 09 Pasirwangi yang menjadi pelopor gerakan penghijauan di wilayahnya hingga mendapat dukungan dari berbagai perangkat daerah.
"Ketika masyarakat memiliki kepedulian dan inisiatif, pemerintah akan hadir untuk memperkuat dan mendukungnya. Kolaborasi seperti ini menjadi kunci agar lingkungan yang telah dibangun dapat terus terjaga," ujarnya.
Farhan juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Ia menilai ruang terbuka hijau yang masih terbatas harus terus ditingkatkan agar mampu memberikan manfaat ekologis yang lebih besar bagi Kota Bandung di masa depan.
Selain itu, penghijauan dinilai sebagai salah satu bentuk mitigasi bencana yang efektif. Dengan meningkatnya vegetasi, risiko banjir, longsor, hingga kekeringan dapat ditekan sehingga masyarakat memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap berbagai ancaman lingkungan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Kota Bandung mulai menghadapi potensi krisis air bersih. Berdasarkan data BPBD, terdapat 13 kecamatan dan 24 kelurahan yang masuk kategori rawan kekurangan air, mencakup ribuan kepala keluarga.
Ia menjelaskan, kebutuhan distribusi air bersih melalui mobil tangki akan sangat besar apabila kondisi kekeringan terus berlangsung. Karena itu, penghijauan dan peningkatan daya resap tanah menjadi solusi jangka panjang yang lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan bantuan air bersih.
"Setiap pohon yang ditanam memiliki fungsi penting dalam menyimpan air, mengurangi limpasan saat hujan, dan menjaga cadangan air tanah saat musim kemarau. Inilah investasi lingkungan yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang," katanya.
Untuk mendukung keberhasilan program, BPBD menerapkan metode irigasi kapiler pada pohon yang ditanam. Teknologi sederhana tersebut memungkinkan tanaman tetap memperoleh pasokan air secara bertahap selama musim kemarau sehingga tingkat kelangsungan hidup tanaman menjadi lebih tinggi.
Program Rindu Rindang dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2026 dengan berbagai kegiatan, mulai dari penanaman pohon, rehabilitasi ruang publik, hingga edukasi kebencanaan. Melalui program ini, Pemkot Bandung berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan kota dalam menghadapi perubahan iklim dan ancaman bencana di masa mendatang.**
0 Komentar