Dalam pertemuan tersebut, salah satu pembahasan utama adalah keberlanjutan Program Prakarsa (Program Akselerasi Kewilayahan Bandung Utama), sebuah pendekatan pembangunan yang mengedepankan kebutuhan riil masyarakat melalui proses musyawarah warga. Program ini dinilai menjadi instrumen penting agar pembangunan berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan dampak langsung bagi lingkungan.
"Program Prakarsa bukan sekadar pembangunan dari atas, tetapi pembangunan yang lahir dari aspirasi dan musyawarah warga. Dengan demikian, hasil pembangunan akan lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan fiskal yang saat ini dihadapi Pemerintah Kota Bandung akibat berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat. Meski demikian, menurutnya, pembangunan di tingkat RW tidak boleh terabaikan.
Sebagai anggota legislatif, Rendiana menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberlanjutan Program Prakarsa agar tetap menjadi instrumen pemerataan pembangunan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Ketua RW adalah ujung tombak pelayanan masyarakat. Aspirasi mereka harus didengar, kebutuhannya harus diperjuangkan, dan perannya harus terus diperkuat agar pelayanan kepada warga semakin optimal," tegasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, Rendiana berharap pembangunan Kota Bandung dapat terus berjalan secara merata dan berkelanjutan.
"Dari RW, kita bangun Bandung yang lebih UTAMA," pungkasnya.**
Redaksi





0 Komentar