Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri penyerahan simbolis bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung periode Juli 2026 di Masjid Al-Ukhuwwah, Rabu (22/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Baznas Kota Bandung menyalurkan bantuan kepada sekitar 1.260 penerima manfaat dengan total nilai mencapai Rp1,1 miliar. Bantuan tersebut berasal dari penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas Kota Bandung.
Ia menekankan bahwa penyaluran bantuan harus diarahkan pada pemenuhan kebutuhan mendasar masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Ketiga sektor tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
Selain bantuan sosial, Farhan juga mendorong agar program-program pemberdayaan ekonomi terus diperkuat. Ia berharap bantuan modal usaha yang diberikan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan kemandirian ekonomi dalam jangka panjang.
Pada kesempatan itu, Farhan turut menyoroti meningkatnya ancaman judi online dan pinjaman online ilegal yang banyak menyasar masyarakat. Ia menilai edukasi mengenai literasi digital dan literasi keuangan harus terus diperluas agar masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi dan mengelola keuangan keluarga.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Bandung, Momon, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2026 pihaknya berhasil menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp13,45 miliar.
Pada Juli 2026, Baznas kembali menyalurkan bantuan senilai Rp1,1 miliar kepada sekitar 1.260 penerima manfaat sebagai upaya memperluas jangkauan pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bandung melalui pengelolaan zakat yang amanah dan berkelanjutan.***
Redaksi






0 Komentar