Operasi terpadu yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai unsur masyarakat itu berhasil mengungkap ratusan kasus kejahatan jalanan di seluruh wilayah Jawa Barat. Selain tindak kriminal konvensional, operasi juga menyasar penyalahgunaan narkotika, obat keras tertentu (OKT), minuman keras ilegal, hingga penggunaan knalpot tidak sesuai standar.
"Kota Bandung siap memperkuat sinergi dengan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, aparat kewilayahan, hingga masyarakat untuk menjaga keamanan bersama. Upaya pencegahan harus terus diperkuat agar warga merasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," ujarnya.
Farhan menambahkan, penguatan patroli gabungan, optimalisasi sistem keamanan lingkungan (siskamling), pemasangan CCTV, serta peningkatan penerangan jalan menjadi langkah konkret yang harus dilakukan secara berkesinambungan. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap potensi gangguan keamanan kepada aparat berwenang.
Petugas turut menyita 1.016 sepeda motor, 12 mobil, 3 senjata api, serta ratusan senjata tajam yang diduga digunakan dalam berbagai aksi kriminal seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.
Tidak hanya itu, jajaran Polda Jabar juga mengungkap puluhan kasus narkotika dan peredaran obat keras tertentu dengan barang bukti berupa sabu, ganja, ekstasi, tembakau sintetis, psikotropika, jutaan butir OKT, serta sekitar 25 ribu botol minuman keras.
Menurut Kapolda, hasil operasi tersebut diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 3,1 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika dan obat keras tertentu dengan total nilai barang bukti mencapai sekitar Rp20,2 miliar.
Ke depan, Polda Jawa Barat akan terus meningkatkan patroli dialogis melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) bersama TNI, pemerintah daerah, Satpol PP, dan unsur terkait lainnya. Patroli akan difokuskan di kawasan permukiman, pusat keramaian, hingga lokasi yang dinilai rawan tindak kriminal.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan aparat dalam mengungkap berbagai kasus kejahatan. Ia menegaskan bahwa keamanan merupakan syarat utama keberhasilan pembangunan.
Pemprov Jawa Barat juga berkomitmen memberikan bantuan pembiayaan pengobatan bagi korban tindak kriminal yang tidak ditanggung BPJS maupun asuransi, serta membantu pendidikan anak-anak korban yang meninggal dunia akibat aksi kejahatan.
Selain itu, Dedi mendorong penyediaan knalpot standar di pos-pos lalu lintas sebagai solusi bagi pengendara yang terjaring razia, sekaligus menegaskan bahwa pemberantasan peredaran obat keras tertentu harus terus menjadi prioritas karena dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya tindak kriminal di masyarakat.**






0 Komentar