Farhan menyatakan, pejabat yang baru dilantik harus menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas. Ia bahkan mengulang kata tersebut sebanyak tiga kali sebagai pesan khusus kepada para pejabat yang mendapat amanah baru.
“Kepada seluruh para pejabat yang dilantik, saya menekankan tiga kata. Integritas, integritas, integritas. Tidak ada yang lebih penting di mata masyarakat tentang para pejabat yang menjalankan pemerintahan selain kata integritas,” ujarnya.
Selain integritas, Farhan menekankan pentingnya penerapan prinsip 3P, yaitu kepantasan, kepatutan, dan kepatuhan dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas pemerintahan.
Menurutnya, kemampuan teknis memang menjadi modal penting, namun harus dibarengi kemampuan membaca situasi, memahami persoalan, serta membangun komunikasi yang baik dengan pimpinan, rekan kerja, DPRD, maupun masyarakat.
“Prinsip 3P, pantas, patut, dan patuh, harus menjadi patokan kita dalam menjalankan pemerintahan. Tujuannya adalah menjaga integritas,” katanya.
Farhan juga memberikan perhatian khusus kepada pejabat kewilayahan seperti camat, lurah, sekretaris kecamatan, sekretaris kelurahan, serta para kepala seksi.
Ia menyebut jabatan kewilayahan memiliki tantangan yang semakin kompleks karena berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyangkut penegakan hukum, penertiban, pelaksanaan program pemerintah hingga persoalan sosial kemasyarakatan.
“Wali kota, camat, dan lurah adalah tiga jabatan yang harus memiliki kemampuan 360 derajat. Tidak bisa hanya menguasai satu bidang saja,” ungkapnya.
Ia juga mencontohkan penanganan pedagang kaki lima (PKL) dan penegakan peraturan daerah di wilayah Kecamatan Bandung Kulon dan Kelurahan Cijerah yang membutuhkan kemampuan koordinasi serta respons cepat dari aparatur pemerintah.
“Respon cepat sekarang menjadi tuntutan masyarakat tanpa perlu menciptakan drama di media sosial. Karena itu kemampuan mengelola wilayah dan kemasyarakatan menjadi kunci keberhasilan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Farhan juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan DPRD Kota Bandung. Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan kota.
“Kehadiran Ketua DPRD dan para wakil ketua DPRD menunjukkan pelantikan ini memiliki nilai strategis. Menjaga komunikasi dengan DPRD menjadi salah satu kunci keberhasilan kerja kita,” tuturnya.
Farhan berharap, seluruh pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta berkontribusi dalam mewujudkan visi Bandung Utama, yakni Bandung yang Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis.



0 Komentar