MEDIASAKSINEWS, Bandung -- Ratusan honorer nakes dari Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak dari subuh rela meninggalkan keluarganya demi menemui Gubernur Jabar Ridwan Kamil, di Gedung Sate, Kota Bandung.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dijadwalkan akan menerima langsung audiensi ratusan para honorer nakes KBB, di Gedung Sate, Jumat, 5 Agustus 2022 pagi ini.
Kawasan Pusat Dakwah Indonesia (Pusdai) Jabar dipilih menjadi titik kumpul ratusan para honorer nakes KBB sebelum bergerak ke Gedung Sate menemui Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk melakukan audensi memperjuangkan hak dan nasibnya.
Menjelang sholat subuh para pegawai honorer nakes dari berbagai wilayah yang ada di KBB sudah mulai berdatangan di kawasan Pusdai Jabar. Mereka memilih Pusdai sebagai tempat titik kumpul melihat letak tempatnya tidak terlalu jauh dari Gedung Sate.
Mereka akan melaksanakan sholat subuh berjamaah di Mesjid Gedung Pusdai Jabar, yang kemudian akan berjalan kaki bergerak menuju Gedung Sate yang rencananya akan langsung diterima Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil sebagi orang nomor satu di Pemerintahan Jabar tersebut.
Lyna Meylina salah seorang nakes yang berstatus honorer Rekam Medis di Puskesmas DTP Gununghalu KBB rela sejak jam 2 subuh telah pergi dari rumahnya bersama puluhan rekan-rekan honorer nakes lainnya dari Gununghalu.
“Iylllla karena kami merasa paling ujung di KBB, kami bersama dengan rekan nakes honorer lainnya seperti perawat, bidan, pergi dari Gununghalu jam 2 subuh kesini (Pusdai),” ungkap Lyna.
Lyna mengatakan mereka pergi bersama para nakes honorer lainnya iuran merental Elf angkutan Gununghalu–Ciroyom agar bisa pergi bersama-sama.
“Kita datang kesini memakai angkutan Elf, selain untuk mengirit ongkos kita juga harus pergi bareng wujud solidaritas kami sesama honorer,” ujar Lyna menegaskan.
Lyna menambahkan ia dan para honorer nakes lainnya dari KBB pergi ke Gedung Sate ini tiada lain dengan harapan agar Pemda Jabar dalam hal ini Gubernur Ridwan Kamil bisa memperjuangkan nasib para honorer nakes supaya disampaikan ke pemerintah pusat dalam hal ini Kemenpan RB.
“Saya dan rekan-rekan mohon Kang Emil untuk bisa memperjuangkan nasib kami para honorer nakes KBB ke pemerintah pusat atau mungkin sampaikan bagaimana nasib kami selanjutnya ke Pak Jokowi,” tutur Lyna sambil berkaca-kaca.
Sebagai informasi, pemerintah pusat akan menghentikan tenaga honorer pada 2023 mendatang, dan sebagai pengganti tenaga kerja honorer itu, pemerintah pusat akan mengandalkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan ASN.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memastikan tidak ada lagi tenaga honorer di instansi pemerintah usai 2023.
Kebijakan ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.
Dalam beleid itu, pegawai non PNS di instansi pemerintah masih tetap melaksanakan tugas paling lama lima tahun saat peraturan tersebut berlaku atau 2023.
Perlu diketahui juga, akhir-akhir ini ramai diberitakan media bahwa ribuan pegawai honorer dilingkungan Pemda KBB terancam dirumahkan karena keuangan daerah hanya mampu memberi gaji hingga bulan September 2022.
Dengan kondisi ini semakin membuat kegundahan dikalangan para honorer di lingkungan pemda KBB terkait nasib kelanjutan status mereka, yang kian diperparah rumor ketidakpastian pemda KBB konon sudah tidak sanggup untuk menggaji tenaga honorer/TKK karena defisit anggaran APBD.***
(Red)




0 Komentar