Demo diduga dipicu oleh ketidakpuasan oknum mantan sekdes Pedamaran 6 yang telah mengundurkan diri tahun lalu tepatnya tanggal 27 Desember 2023, karena yang bersangkutan lebih memilih bekerja di kecamatan pedamaran.
Dijelaskan Murod, agar pelayanan desa tidak terganggu makanya saya angkat sekdes baru, namun orang tuanya yang berdinas dikantor kecamatan tidak Terima, bahkan sering mengancam dan memberitakan.
Hampir seluruh berita negatif tentang desa pedamaran 6 yang bersangkutan selalu menjadi nara sumber berita negatif tentang Pedamaran 6, dan sengaja disebarkannya di setiap grup wa, saya juga bingung yang bersangkutan itu LSM, Wartawan atau ASN, jangankan saya yang hanya kades, camat pun dia laporkannya kemana mana.
Menurut informasi oknum ini mengajak masyarakat tanda tangan untuk memecat saya sebagai kades, karena banyak yang menolak, akhirnya mengajak masyarakat demo, tapi tetap banyak yang menolak, karena dari pagi oknum ini mondar mandir didepan kantor desa, sedangkan anaknya yang juga honorer di kecamatan terpantau ada di titik kumpul orang yang akan demo, hingga lebih jam 9 pagi tidak ada masyarakat yang datang, akhirnya cuma 6 orang saja serta 2 orang warga luar yang ikut demo, selain itu ada juga ketidakpuasan saudara BM, yang terpantau juga dng saudara IN dan DK saat menyerahkan surat pemberitahuan demo di Polres Kabupaten OKI.
Tentang bumdes, semua masih berjalan dan sedang dikerjakan, namun karena saya dan keluarga akan melaksanakan pernikahan anak, saya fokus ke acara pernikahan anak saya dulu, setelah selesai acara, rencana saya akan laporkan semua oknum oknum yang membuat gaduh kepada penegak hukum, dan banyak juga masyarakat pedamaran 6 yang merasa tidak Terima dicatut oknum oknum ini yang selalu mengatas namakan masyarakat pedamaran 6, apa bisa keinginan IN warga desa pedamaran 5, DK warga desa menang raya, NA serta sepasang suami istri RA dan AN seolah olah mewakili kurang lebih 17.000 warga pedamaran 6.
Sementara itu tuti salah satu warga desa pedamaran 6,merasa bingung dengan demo kemarin dikantor desa, ibu muda yang saat demo terjadi dia sedang menjemput anaknya sekolah di sebelah kantor desa, menurutnya demo kemarin menjadi tontonan warga yang lewat, yang demo cuma 7 orang yang nonton ratusan ujarnya sambil tersenyum, bahkan lebih banyak aparat polisi yang mengamankan dari yang demo, dia pun bingung dengan yang disampaikan pendemo yang mengatasnamakan warga pedamaran 6, dan mereka pakai masker dan kaca mata semua, saya tidak kenal, sedangkan saya warga pedamaran 6,hal tersebut di amini sudari dan m tahan, warga pedamaran 6 yang ikut melihat demo senin kemarin.
Sedangkan Eka salah satu tokoh Pedamaran 6, tidak Terima atas tindakan oknum oknum tersebut, dan rencananya dia serta masyarakat pedamaran 6 akan melakukan demo di ke aparat penegak hukum dan kantor kecamatan agar oknum oknum pendemo dan oknum pegawai camat tersebut dipecat dan ditindak secara hukum.**
Red
0 Komentar