Yang menurut sebagian masyarakat terdampak belum berkeadilan pada diri sebagian masyarakat yang tinggal nya cuman sekian cm, karena masalah setatus sosialnya yang menurut ketua RT bukan warganya padahal jelas jelas mereka tinggal yang paling dekat dengan proyek akses untuk lintas penghargaan dan rasa kemanusiaan harusnya yang dikedepankan, bukan pilih kasih atau menilai dari setatus sosialnya, bukannya seorang pejabat harus bisa mengayomi masyarakatnya tanpa membeda bedakan setatus sosialnya itulah sosok pigur seorang pejabat seorang pemimpinan yang hakekatnya jabatannya hanya titipan yang maha kuasa
Ketua rukun Tetangga(RT) yang seharusnya mengayomi dalam perakteknya jauh dari harapan masyarakat lingkungan yang notabennya seorang ketua rukun Tetangga(RT) adalah harus bisa melindungi dan mengayomi karena pemerintah desa garda terdepan untuk mengayomi wargamasyarakat nya juga hak hak kepentingan kenyamanannya di dalam lingkungannya yang terusik semenjak aktivasi proyek jalur lintas untuk masuk area untuk pengiriman barang berbagai barang material untuk keperluan proyek
Salah satu warga RT.001/001 desa Sukaragam kecamatan serang baru kabupaten Bekasi pada awak media yang tidak mau di sebutkan namanya menerangkan saya di sinih tinggal sudah beberapa tahun lamanya saya warganegara Indonesia saya ber KTP saya juga warga desa sukaragam semenjak aktivasi proyek jalan tol pembukaan aksesnya belum pernah ada sosialisasi atau komunikasi atau musyarawah adapun oknum ketua RT.001/001 belum mengajak bicara pada warga masyarakat yang jarak aktivitas proyek cuman beberapa CM dan aktivitasnya sampai larut malam",tukas warga masyarakat lingkungan
Oknum Ketua RT.001/001 pada awak media menyampaikan telah merapihkan seluruh warga masyarakat yang tinggal di tanggul pada perwakilannya NN/CBK",ucapnya ketua RT.00/001
Awak media konfirmasi pada perwakilan berinisial NN warga terdekat proyek akses lintas 2A Wika yang tinggalnya cuman beberapa CM dari proyek jalan tol japek ll bahwa semenjak dibuka aktivitasnya sudah Satu bulan lebih belum ada komitmen masalah keluhan warga yang tinggal depan aktivitas proyek jalan tol japek 2 akses lintas belum ada musyawarah cuman pas hari Minggu,08/09/2024 sekitar jam 10.00 Wib
Tambahnya masyarakat terdampak ketua RT memangil saya. kata nya jangan rame rame dulu nanti saya pasti rapihkan masalah komfensasi, warga masyarakat lingkungan terdampak, tapi kenyataannya hanya janji janji poinnya masih ada sebagian warga masyarakat terdampak proyek yang belum rapih, diduga oknum ketua RT.001/001 tidak amanah atau pilih kasih dengan warga masyarakat lingkungan yang lain dan diduga membeda bedakan setatus sosialnya sungguh ini pelanggaran HAM
Tambahnya masyarakat lingkungan tidak ada rasa keadilan dan rasa kemanusiaan dari pihak proyek 2A Wika KSO dan pemdes sukaragam lewat ketua RT.001/001 mana yang kata negara yang pancasilais yang bunyi butir ke,5 Pancasila Keadilan sosial bagi seluruh rakyak Indonesia ketua rukun warga sebagai pigur pejabat publik kalau RT nya masa kasian masyarakat kecil cuman di sepelekan cuman masa bodoh, jadi harus pada siapa masyarakat harus mengadu.
Tim liputan media PENAJOURNALIS,Com coba konfirmasi pada ketua RT 001/001 yang kedua lewat sosial media WhaatSaap tidak ada jawaban,
Seharusnya seorang pejabat publik, pemerintahan, sekecil apapun keluhan masyarakat harus segera di resvon agar rasa keadilan semua warga masyarakat terakomodir jangan membeda bedakan setatus sosialnya karena keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia harus nyata karena menurut humas 2A Wika KSO telah menyalurkan hak kompensasi pada masyarakat terdampak proyek langsung karena di salurkan melalui karang taruna RT/RW sekitar 100 warga masyarakat lingkungan yang telah di salurkan kompensasinya itu juga atas pengajuan wilayah setempat",ujar Humas 2A Wika KSO.
Sementara itu Humas 2A,Wika KSO pada tim liputan media PENAJOURNALIS.Com menerangkan semua hak hak warga masyarakat terdampak proyek sudah saya penuhi adapun ada laporan dari masyarakat yang belum menerima coba media konfirmasi pada ketua karang taruna, RT/RW berinisial KM/IN",tukas humas 2A Wika KSO
Media sebagai sosial kontrol akan melaporkan pada pemdes pemerintah kecamatan atau kebupaten Bekasi bahkan ke gubernur propinsi jabar atau kekantor pusat 2A Wika KSO,atas tidak berkeadilan pilih kasih membeda bedakan status sosial masyarakat sehingga yang tinggal terdekat proyek dan terdampak langsung tidak merasa nyamanan sehingga adanya proyek pembukaan akses 2A Wika KSO membuat masyarakat terdekat terganggu atas aktivitas proyek atau terdampak mulai merasakan bising dan butiran debu sehingga kesehatan warga masyarakat terdampak mulai ada gejala batuk pilek sebenarnya masyarakat mendukung pembangunan tapi jangan korban kami hingga kesehatan kami terganggu siapa yang bertanggung jawab atas masalah kesehatan kami warga terdampak proyek, bahkan ada laporan dampak dari proyek tol japek ll,warga masyakat mulai terserang batuk batuk pilek akibat butiran debu setiap waktu sungguh ironis yang kata pembangunan proyek strategis nasional kalau masyarakatnya di buat tidak Yaman atas aktivasi proyek jalan tol japek ll",pungkasnya.**
(AJM)
0 Komentar