Pada kegiatan tersebut, dilaksanakan deklarasi komitmen bersama penanganan sampah di wilayah Kota Bandung antara Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, Rektor Itenas, Rektor Telkom, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jabar Banten.
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menyebut, kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah, khususnya di Kota Bandung. Ia pun menyampaikan, kondisi TPA Sarimukti saat ini perlu mendapat perhatian serius, guna menghindari berulangnya darurat sampah di Bandung Raya.
Dalam kaitan edukasi, Bey menyebut kerja sama dengan universitas di wilayah Bandung sangat diperlukan. Mahasiswa nantinya diharapkan dapat membantu pemerintah mengedukasi masyarakat terkait pengolahan sampah.
"Kami memilih kampus, bukan hanya untuk bekerja sama saja, namun kami butuh saran dan masukan. Beri kami kritik terkait pengelolaan sampah, tapi kita bersama-sama menanganinya," ujar Bey dalam sambutannya.
"Kalau kita tidak mengubah gaya hidup kita, potensi ledakan sampah mungkin terjadi kembali," kata Bey mengingatkan.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wil IV Jabar Banten, M Samsuri mengajak unsur pendidikan dapat bahu membahu dan bergerak bersama pemerintah dalam mencari solusi penanganan sampah.
"Jadi kita ingin bersama-sama bergerak bersama. Nanti, kita tunjukkan bukti. Insya Allah, perguruan tinggi di Jabar-Banten siap bergerak bersama dengan Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung," ucapnya.
Di sisi lain, Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara beberapa waktu lalu menekankan langkah lebih jauh yang harus diambil terkait pengelolaan sampah ialah proses pengolahan sampah itu sendiri.
Meski target yang ditentukan Pemkot Bandung adalah menekan ritase ke TPA, namun Koswara mengajak semua pihak menatap terobosan yang lebih jauh, yakni terciptanya Bandung sebagai kota nol sampah.
"Terpenting adalah pergeseran paradigma dari membuang sampah menjadi mengelola sampah. Jadi, yang perlu kita pikirkan bukan hanya membuang sampah, tetapi juga mengelola sampah," pesan Koswara.
Melihat cerita sukses di kewilayahan pada masa darurat sampah sekitar tahun 2023, Koswara optimis upaya menekan ritase kiriman sampah hingga titik terendah dapat diwujudkan.
"Pasti bisa. Kisah suksesnya sudah ada, dan 383 RW di Kota Bandung sudah bebas sampah," katanya penuh optimis.(ray)**
Sumber: Diskominfo Kota Bandung
0 Komentar