Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar bijak dalam berbelanja dan mengelola bahan pangan, sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah di Kota Bandung.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari fokus Kota Bandung dalam menangani sampah di TPA Sarimukti, terutama sampah organik.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menegaskan pentingnya kampanye Stop Boros Pangan dan Don’t Panic Buying untuk mendorong masyarakat tidak membuang pangan strategis seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.
Direktur ketersediaan pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indra wijayanto memberikan apresiasi atas inisiatif Pemkot Bandung ini.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Jabar, Nenny Fasyaini. Ia menilai, kampanye ini mampu mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola makanan dan mengurangi pemborosan pangan.
Kampanye ini melibatkan berbagai pihak, termasuk ICA dan Apar NHI Bandung yang menyediakan makanan olahan seperti dimsum dan agar-agar untuk dibagikan kepada masyarakat.
“Kami berharap masyarakat lebih sadar bahwa sisa makanan, seperti nasi atau roti, masih bisa diolah menjadi produk baru. Dengan begitu, kita bisa mengurangi beban sampah organik di TPA,” ujar perwakilan NHI Bandung.
“Kami diajak untuk belanja sesuai kebutuhan, menghabiskan makanan yang diambil, dan tidak membuang makanan. Ini penting untuk menjaga lingkungan dan mengurangi sampah,” ujarnya.
Dengan sinergi antara berbagai pihak, diharapkan kegiatan ini dapat mempercepat pencapaian program Zero Food Waste dan menjadikan Bandung sebagai kota yang lebih ramah lingkungan. (ziz)**
Sumber: Diskominfo Kota Bandung
0 Komentar