Musrenbang ini menandai komitmen Pemkot Bandung untuk fokus pada pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, Musrenbang bukan hanya seremonial, tetapi momentum penting untuk menyepakati arah pembangunan Kota Bandung lima tahun ke depan.
"Apa yang kita lakukan adalah bagian dari upaya ibadah. Ini bukan tentang sosok Farhan, ini tentang Kota Bandung," ujar Farhan.
Ada tiga kata kunci yang menjadi pegangan, yakni; mendukung pembangunan nasional, berkelanjutan, dan berorientasi melayani.
Farhan menekankan pentingnya kolaborasi antara teknokrasi dan politik, serta keterlibatan seluruh unsur masyarakat termasuk akademisi, Forkopimda, OPD, asosiasi profesi, dan komunitas.
Pada kesempatan ini, sejumlah program prioritas ditetapkan, antara lain:
• Penanggulangan kemiskinan
• Peningkatan investasi
• Pengendalian inflasi dan banjir
• Pengelolaan sampah
• Penanganan stunting
• Peningkatan daya saing pariwisata
• Reformasi birokrasi
"Seluruh OPD diharapkan memberikan masukan terhadap rencana strategis masing-masing, agar penyusunan RPJMD dan RKPD dapat selesai tepat waktu sesuai ketentuan," ujar Zul.
Musrenbang dilaksanakan dalam satu hari dan diikuti oleh sekitar 450 peserta dari berbagai unsur, termasuk kepala perangkat daerah, camat, BUMD/BUMN, akademisi, tokoh masyarakat, dan stakeholder lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi menyatakan, dukungan penuh terhadap proses Musrenbang ini.
• Penanggulangan kemiskinan melalui pembangunan manusia, bukan hanya infrastruktur,
• Pengembangan permukiman vertikal sebagai solusi keterbatasan lahan,
• Pembangunan ekosistem bisnis ekonomi kreatif,
• Penguatan sarana pentas budaya untuk menunjang sektor pariwisata,
• Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan artificial intelligence (AI) dalam sektor pembangunan.
"DPRD Kota Bandung mendukung penuh penyelenggaraan Musrenbang RPJMD 2025–2029 sebagai implementasi amanah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017," ujar Asep.
Selain itu, Asep juga mengingatkan pentingnya antisipasi kemacetan dan banjir seiring dengan pengembangan kawasan Bandung Timur (Gedebage) sebagai pusat kota baru.
"Kami berharap pembangunan di Kota Bandung mengakomodasi aspirasi masyarakat, fokus pada kesejahteraan, pelayanan publik, dan penguatan daya saing daerah," katanya. (ray)**
Sumber; Diskominfo Kota Bandung
0 Komentar