Didampingi sejumlah pejabat dinas terkait, Camat Sumur Bandung, serta unsur kewilayahan, Erwin menyampaikan rasa prihatin dan komitmen pemerintah untuk membantu pemulihan kondisi warga terdampak
Berdasarkan laporan, api itu awalnya dari gudang. Waktu kami dengar teriakan dan keluar, api sudah menjalar.
Menanggapi keluhan tersebut, Erwin menyampaikan permohonan maaf dan memastikan akan ada evaluasi terhadap kesiapsiagaan tim pemadam kebakaran.
Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) akan menjadi skema bantuan untuk rumah-rumah yang rusak berat.
Selain itu, untuk mendukung anak-anak yang terdampak musibah, Pemkot juga akan membantu kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah.
“Kami akan bantu seragam sekolah untuk anak-anak di sini. Jangan sampai musibah ini mengganggu semangat belajar mereka,” tutur Erwin.
Erwin langsung merespons dengan memastikan bahwa seluruh proses administrasi akan dipermudah.
“Saya jamin semua akan kami bantu. KTP, KK, ijazah, semua akan difasilitasi. Tidak boleh ada yang dipersulit,” tutur Erwin.
Menurutnya, penanganan pascakebakaran dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antardinas.
“Semua OPD kami hadir di sini untuk membantu. Minimal mendoakan, tapi tentu juga akan bantu secara nyata. Kita gotong royong,” kata Erwin.
Kepada warga yang terdampak, Wakil Wali Kota menyampaikan pesan empati dan spiritual.
Ia mengajak warga untuk bersabar dan tetap semangat.
“Saya doakan harta yang hilang diganti Allah seribu kali lipat. Di balik musibah insyaallah ada berkah. Kami hadir untuk membantu Ibu Bapak semua,” ucapnya.
Penanganan lanjutan akan terus dikawal oleh Pemerintah Kota Bandung, mulai dari pendataan, perbaikan rumah, bantuan pendidikan, hingga pemulihan dokumen.
Pemkot juga membuka jalur komunikasi langsung bagi warga melalui camat, lurah, atau bahkan ke Wakil Wali Kota secara pribadi.
“Silakan jika ada kebutuhan bisa langsung ke Pak RW, Bu Camat, atau WA saya langsung. Kami siap bantu,” pungkas Erwin. (ziz)**
0 Komentar