Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan bersama Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung mengikuti kegiatan ini secara daring dari Bandung Command Center, Balai Kota Bandung.
“Koperasi ini bukan simpan pinjam biasa, tapi sistem yang berbasis setoran wajib dan simpanan sukarela, untuk memberdayakan usaha kecil di tingkat kelurahan,” jelasnya.
Koperasi ini merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan memperkuat ekonomi berbasis komunitas di tingkat kelurahan dan desa.
Di Kota Bandung, pembentukan 151 KKMP telah melalui proses musyawarah kelurahan yang dilaksanakan pada 19-27 Mei 2025. Seluruh koperasi tersebut telah resmi berbadan hukum per 20 Juni 2025.
Ke depan, Pemkot Bandung akan melaksanakan berbagai pelatihan dan bimbingan teknis untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas koperasi.
Kegiatan tersebut meliputi pelatihan pengelolaan koperasi bagi dua angkatan pengurus dan dua angkatan pengawas, masing-masing mencakup 40 koperasi per angkatan.
Pemerintah juga membuka peluang pendanaan bagi koperasi percontohan melalui dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), dengan plafon hingga Rp5 miliar per koperasi dan masa pinjaman maksimal 10 tahun.
“Hari ini hari bersejarah. Kita memulai suatu usaha besar dengan meluncurkan kelembagaan 80.081 koperasi desa dan kelurahan Merah Putih,” ujarnya.
Menurut Prabowo, koperasi dibangun dengan semangat persatuan, seperti seikat lidi yang jika disatukan akan menjadi kuat
“Konsep koperasi adalah konsep orang yang lemah. Orang kuat tidak mau berurusan, mereka bikin holding. Tapi koperasi menyatukan yang lemah menjadi kekuatan besar,” ujarnya.
Ia berharap koperasi ini tidak hanya menjadi tempat simpan-pinjam, tetapi juga pusat distribusi dan produksi masyarakat.
Peluncuran koperasi ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Dengan kelembagaan yang menyebar hingga ke desa dan kelurahan, koperasi diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi rakyat.
“Ini bukan sekadar program, tapi gerakan. Sebuah gerakan yang harus dijaga, dikawal, dan dikuatkan oleh kita semua,” pintanya.(rob)**
Sumber; Diskominfo Kota Bandung
0 Komentar