Peristiwa bermula di Grand Antapani Townhouse, kediaman keduanya, saat Heri tak sengaja menyenggol bagian belakang motor Danang sebagai PNS satpol PP kota bandung yang terparkir sedikit keluar dari garasi. "Saya hanya menyenggol sedikit, sampai plat nomornya lepas. Saya sudah meminta maaf dan berniat mengganti," ungkap Heri dengan nada lemah. Namun, permintaan maaf itu dijawab dengan pukulan bertubi-tubi ke arah mulut hingga menyebabkan pendarahan.
Dedy Depari, Ketua PAC Pemuda Pancasila, tak dapat menyembunyikan kemarahannya. "Tindakan brutal oknum Satpol PP ini bukan hanya premanisme, tapi sudah mengarah pada percobaan pembunuhan! Heri sedang dalam masa pemulihan pasca-bedah saraf, dan pukulan itu bisa menyebabkan pergeseran otak. Ini sangat berbahaya!" tegas Dedy. Ia pun memastikan bahwa Pemuda Pancasila akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
"Kami menuntut keadilan secepatnya! Jika Polsek Antapani terus mengulur waktu dan terkesan melindungi pelaku, kami akan mengerahkan seluruh kekuatan Pemuda Pancasila untuk mendatangi markas kepolisian. Jangan sampai ada oknum aparat yang kebal hukum!" ancam Dedy dengan nada berapi-api.
Hingga saat ini, Polsek Antapani belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini. Sikap bungkam ini memicu kecurigaan publik akan adanya upaya melindungi Danang, mengingat statusnya sebagai anggota Satpol PP. Masyarakat dan Pemuda Pancasila mendesak agar Danang segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku, demi menjamin keadilan bagi Heri dan mencegah preseden buruk di masa depan. menimpa Heri Kusno Wibowo, Sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila, oleh oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung bernama Danang, kian memicu kemarahan. Lebih dari sekadar tindak kekerasan, insiden ini mengancam kondisi kesehatan Heri yang tengah berjuang memulihkan diri pasca-operasi saraf.
Peristiwa bermula di Grand Antapani Townhouse, kediaman keduanya, saat Heri tak sengaja menyenggol bagian belakang motor Danang sebagai PNS satpol PP kota bandung yang terparkir sedikit keluar dari garasi. "Saya hanya menyenggol sedikit, sampai plat nomornya lepas. Saya sudah meminta maaf dan berniat mengganti," ungkap Heri dengan nada lemah. Namun, permintaan maaf itu dijawab dengan pukulan bertubi-tubi ke arah mulut hingga menyebabkan pendarahan.
Dedy Depari, Ketua PAC Pemuda Pancasila, tak dapat menyembunyikan kemarahannya. "Tindakan brutal oknum Satpol PP ini bukan hanya premanisme, tapi sudah mengarah pada percobaan pembunuhan! Heri sedang dalam masa pemulihan pasca-bedah saraf, dan pukulan itu bisa menyebabkan pergeseran otak. Ini sangat berbahaya!" tegas Dedy. Ia pun memastikan bahwa Pemuda Pancasila akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
"Kami menuntut keadilan secepatnya! Jika Polsek Antapani terus mengulur waktu dan terkesan melindungi pelaku, kami akan mengerahkan seluruh kekuatan Pemuda Pancasila untuk mendatangi markas kepolisian. Jangan sampai ada oknum aparat yang kebal hukum!" ancam Dedy dengan nada berapi-api.
Hingga saat ini, Polsek Antapani belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini. Sikap bungkam ini memicu kecurigaan publik akan adanya upaya melindungi Danang, mengingat statusnya sebagai anggota Satpol PP. Masyarakat dan Pemuda Pancasila mendesak agar Danang segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku, demi menjamin keadilan bagi Heri dan mencegah preseden buruk di masa depan.**
Red/Novi



0 Komentar