Puluhan pelajar SD dan SMP Kota Bandung larut dalam kegiatan edukatif yang dikemas interaktif, mulai dari pengenalan sejarah kavaleri, kuis kebangsaan, hingga pengalaman langsung menyaksikan koleksi panser dan kuda militer.
Menurutnya, kavaleri memiliki peran penting dalam sejarah pertahanan negara.
Eko juga mengingatkan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan telah ditetapkan sebagai Warga Kehormatan Kavaleri, simbol eratnya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah.
Dengan gaya akrab, ia menggelar kuis sejarah dan langsung memberi hadiah kepada siswa yang mampu menjawab dengan benar.
Ia juga menunjukkan koleksi bersejarah Museum Kavaleri, salah satunya panser yang pernah digunakan mengangkut jenazah pahlawan revolusi.
Farhan mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan bagian dari program wisata edukasi Kota Bandung.
“Kegiatan studi tour ini gratis untuk seluruh siswa SD dan SMP di Bandung. Syaratnya jelas, tidak boleh dikaitkan dengan nilai akademis. Ini murni untuk menambah wawasan dan rasa cinta tanah air,” ujarnya.
Kemeriahan semakin terasa ketika dua pelajar dari SMPN 18 Bandung tampil dengan riasan wajah kamuflase ala tentara. Salah satunya, Gifari, dengan mantap menyatakan cita-citanya menjadi tentara.
“Siap, saya ingin jadi tentara,” ujar Gifari penuh keyakinan, disambut tepuk tangan meriah.
Rekannya, Sarah, menilai museum ini memberi pengalaman berharga.
Acara ini juga menandai eratnya kerja sama Pusenkav TNI AD dengan Pemerintah Kota Bandung serta Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain memperkuat kecintaan generasi muda terhadap TNI, kegiatan ini sekaligus mendukung Bandung sebagai kota tujuan wisata edukasi nasional.
“Anak-anak sekaranglah yang akan menjadi penerus kota ini. Karena itu, mari kita jaga masa lalu, kita siapkan masa depan dengan bekal hari ini,” tutup Farhan. (ziz)**








0 Komentar