Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung bersama berbagai komunitas pemerhati keluarga, di Taman Dewi Sartika, Balai Kota, Kamis 2 Oktober 2025.
Menurut Erwin, pendidikan yang baik di dalam keluarga bukan hanya tugas seorang ibu, melainkan harus diimbangi dengan kehadiran ayah.
“Anak membutuhkan kasih sayang dari ibu, tapi juga membutuhkan arahan, keteladanan, dan kehadiran ayah dalam setiap fase pertumbuhannya. Maka ayah tidak boleh hanya hadir secara fisik, tapi juga hadir secara emosional dan spiritual,” kata Erwin.
Erwin mengapresiasi langkah DPPKB Kota Bandung dan komunitas yang terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya peran ayah.
“Pemkot Bandung berkomitmen mendorong kebijakan dan program yang mendukung ketahanan keluarga. Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang tangguh dan berdaya saing,” jelas Erwin.
Data yang ada menunjukkan Indonesia berada di peringkat ketiga dunia sebagai negara dengan kondisi fatherless cukup tinggi.
“Fenomena ini sangat terasa. Apalagi angka perceraian di Kota Bandung setiap tahunnya mencapai lebih dari 7.000 kasus, sebagian besar pasangan muda. Potensi anak-anak tumbuh tanpa kehadiran ayah sangat besar, dan ini harus jadi perhatian bersama,” ujar Anhar.
“Kami ingin para peserta tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga bisa menjadi pengamat dan penggerak di lingkungannya masing-masing. Fenomena fatherless bisa saja terjadi di RT, RW, bahkan di kantor kita. Ini tugas kita untuk memperkuat peran ayah,” tutur Anhar.
Kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk menambah wawasan pribadi, tetapi juga mendorong para peserta menjadi penggerak dan pengamat di lingkungan kerja maupun masyarakat terkait penguatan peran ayah dalam keluarga. (ray)**








0 Komentar