Respons cepat ini mendapat apresiasi dari warga sekitar yang merasa lega karena keluhan mereka langsung ditindaklanjuti.
Salah satunya datang dari Dewi Kholidah, warga asli Jalan Pasundan, yang sejak lama merasa khawatir dengan kondisi kirmir yang runtuh dan berpotensi membahayakan rumah warga.
Dewi menjelaskan, saat musim hujan, debit Sungai Cikapundung meningkat dan menimbulkan kekhawatiran besar.
“Kalau air lagi tinggi, bisa sampai ke rumah warga. Bahkan WC di beberapa rumah pernah kemasukan air. Makanya kami khawatir, apalagi kirmir sudah banyak yang coplok,” tambahnya.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin yang hadir meninjau memastikan perbaikan segera dilakukan.
Menurutnya, Unit Pelaksana Teknis (UPT) akan mulai melakukan langkah darurat paling lama dua hari ke depan.
Selain itu, Wakil Wali Kota juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mendapati permasalahan serupa.
Menurutnya, pemerintah siap merespons laporan masyarakat dengan cepat, baik yang berkaitan dengan infrastruktur maupun pelanggaran hukum lainnya.
Tak lupa, Wakil Wali Kota memberikan pengingat khusus bagi para bapak-bapak yang gemar memancing di bantaran sungai. Ia meminta agar aktivitas tersebut dihentikan sementara saat musim hujan atau ketika debit air meningkat.
“Saya titip pesan kepada bapak-bapak yang suka mancing di bantaran sungai, kalau hujan deras lebih baik berhenti dulu. Kadang tidak terasa air bisa meluap tiba-tiba dan itu sangat membahayakan keselamatan. Jangan sampai hobi justru mengancam nyawa,” pesannya.
Dengan adanya gerak cepat dari Pemkot Bandung, warga merasa lebih tenang dan optimis masalah kirmir Sungai Cikapundung ini bisa segera teratasi. (ziz)**







0 Komentar