Dalam operasi yang digelar selama masa akhir pekan panjang (long weekend) tersebut, petugas berhasil menjangkau sebanyak 77 tunawisma di sejumlah titik strategis Kota Bandung.
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakan, penjangkauan dilakukan sejak pukul 03.00 WIB hingga sekitar pukul 06.00 WIB dengan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Operasi tersebut dibagi menjadi dua regu yang bergerak serentak dari dua titik awal berbeda.
Regu pertama menyusuri kawasan Simpang Lima hingga Masjid Agung Bandung. Sedangkan regu kedua bergerak dari Jalan Muhammad Toha melalui jalur-jalur yang telah ditentukan.
Dari total 77 orang yang dijangkau, mayoritas merupakan laki-laki dengan persentase mencapai 84 persen atau sebanyak 65 orang, sedangkan perempuan berjumlah 12 orang.
Yorisa menjelaskan, sebagian besar PPKS berasal dari Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, masing-masing sebanyak 20 orang.
Namun, terdapat pula pendatang dari berbagai daerah lain seperti Cianjur, Garut, Kabupaten Bandung Barat, Klaten, Magetan, Lampung, Jakarta Selatan, hingga Medan dan Surabaya. Pendataan dilakukan berdasarkan KTP maupun hasil anamnesis bagi yang tidak memiliki identitas.
Dari hasil skrining tersebut, untuk menentukan rujukan ke Dinas Sosial Provinsi, dipulangkan ke daerah asal, atau ditempatkan di rumah singgah milik kabupaten/kota lain.
“Kalau ditampung semua di rumah singgah Kota Bandung tentu tidak akan muat. Karena itu kami perlu berbagi penanganan dengan kabupaten/kota lain dan berkoordinasi agar yang bersangkutan bisa dipertanggungjawabkan kembali kepada keluarganya,” kata Yorisa.
Lokasi penjangkauan terbanyak berada di kawasan Simpang Lima hingga Masjid Agung Bandung, dengan jumlah mencapai 39 orang hanya dari satu regu.
Yorisa mengungkapkan, jumlah tunawisma yang dijangkau berpotensi lebih banyak karena adanya komunikasi antarkelompok PPKS serta sebagian yang melarikan diri saat melihat kedatangan petugas. Meski demikian, Dinsos memastikan penertiban akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Selama masa long weekend, Dinsos bersama tim kewilayahan kecamatan akan melakukan monitoring rutin hingga dua kali sehari.
“Ini bagian dari upaya edukatif dan preventif. Mudah-mudahan selama long weekend, kawasan strategis seperti alun-alun dan Asia Afrika sudah tidak terlihat lagi PPKS di jalanan,” harapnya. (red)**
Sumber; Diskominfo Kota Bandung







0 Komentar