Subscribe Us


 

AAKB Dorong Transparansi Koperasi, DISKOPUKM Paparkan Program Pengawasan dan Satgas Anti Rentenir


MEDIASAKSINEWS | Bandung – Aliansi Aktivis Anti Korupsi Bandung yang tergabung terdiri dari "Maung Kaboa, Cakra Crisis Center, RAGA, FORUM SAKSI dan Gema Peta Indonesia" sambangi Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Kota Bandung (DISKOPUKM) Kota Bandung, Jl. Kawaluyaan No.2, Jatisari, Kec. Buahbatu, Kota Bandung, Rabu (11/02/2026)

Audiensi antara Aliansi Anti Korupsi Bandung (AAKB) dan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat pengawasan serta mencegah potensi penyimpangan yang dapat merugikan keuangan negara.


Harapan kami Ardi Wibowo. S.Sos, selaku perwakilan AAKB serta masyarakat menyampaikan terhadap hadirnya Dinas Koperasi & UMKM di tengah situasi ekonomi yang semakin sulit saat ini, diantaranya;

1. Akses Permodalan yang Mudah & Tanpa Ribet

Masyarakat berharap dinas benar-benar memfasilitasi akses permodalan yang ringan, bunga rendah, tanpa agunan berat, serta pendampingan agar pelaku UMKM tidak terjerat pinjaman ilegal atau rentenir.

2. Pendampingan Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

3.Perlindungan UMKM Lokal

4. Transparansi Program & Bantuan modal, hibah, dan program pemberdayaan 

5. Akses Pasar Lebih Luas, DISKOPUKM diharapkan membuka akses

6. Responsif terhadap Krisis di saat harga bahan baku naik dan daya beli turun.


Inti Harapan Masyarakat

Dinas Koperasi & UMKM jangan hanya menjadi lembaga administratif, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang benar-benar hadir, mendengar, dan bekerja untuk kesejahteraan pelaku usaha kecil.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kota Bandung dijabat oleh Rajasa Pimpinan Berutu, S.Sos., M.AP. beserta beberapa jajarannya yang mewakili Kepala Dinas KUKM Kota Bandung, Drs. Raden Budhi Rukmana, M.AP. menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pengurus dan pengawas koperasi menjadi fokus utama. Kepatuhan terhadap regulasi serta penguatan tata kelola koperasi simpan pinjam di tingkat RW juga menjadi perhatian, mengingat perannya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.


Dalam pemaparannya, Sekretaris Dinas (Sekdis) Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kota Bandung dijabat oleh Rajasa mengakui masih terdapat koperasi yang belum mengikuti proses digitalisasi dan membutuhkan pembinaan lebih lanjut. Kategori koperasi sehat, dalam pengawasan, hingga yang menjalani audit oleh akuntan publik dipetakan sebagai bagian dari sistem pengendalian internal yang lebih ketat.

Tak hanya itu, Satgas Anti Rentenir yang dibentuk melalui Keputusan Wali Kota dengan 14 anggota aktif melakukan pendampingan, penyuluhan, serta advokasi kepada masyarakat sebagai upaya preventif terhadap praktik pinjaman ilegal.

AAKB menyatakan akan terus mengawal kebijakan dan pelaksanaan program agar pengawasan publik berjalan efektif dan mampu mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di sektor koperasi dan UMKM.***



Red/Yana.

Posting Komentar

0 Komentar