Acara tersebut dihadiri sekitar 100 undangan dari berbagai unsur, mulai dari jajaran Pemerintah Kota Bandung, DPRD Kota Bandung, mitra strategis Dispora, organisasi kepemudaan, hingga insan olahraga. Hadir di antaranya Kepala Dispora Kota Bandung Sigit Iskandar, S.IP., M.M., Sekretaris Dispora Hendi Maulana Yusuf, jajaran kepala bidang Dispora, Anggota DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya, perwakilan KNPI, KONI, PSSI, SOINA, NPCI, serta mitra Dispora lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan atraksi pencak silat dari Perguruan Silat Jomantara Bandung yang dibawakan oleh empat atlet muda berprestasi, yakni Ghefira, Siti, Khairiyah, dan Annisa. Suasana semakin khidmat dengan pemutaran video kaleidoskop Dispora 2025 yang merangkum berbagai program, event, dan capaian kepemudaan serta olahraga sepanjang tahun sebelumnya.
menjelaskan, GASPOL dibangun di atas tiga pilar utama, yakni sosialisasi, edukasi, dan pelatihan; peningkatan sarana dan prasarana; serta memperbanyak event di Kota Bandung. Menurutnya, event tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas atlet dan pemuda, tetapi juga memberi efek domino bagi ekonomi lokal.
Untuk tahun 2026, Dispora menargetkan intensitas dan kualitas kegiatan yang lebih tinggi. Tujuannya tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk masyarakat Kota Bandung yang lebih sehat, bugar, dan produktif. “Event harus ditingkatkan agar kemampuan atlet meningkat, pendapatan masyarakat naik, dan warga Kota Bandung menjadi lebih sehat, bugar, dan cerdas,” ucapnya.
juga mengungkapkan bahwa logo GASPOL dipilih melalui sayembara terbuka tingkat nasional yang diikuti 154 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan melalui proses kurasi yang objektif. Selain itu, Dispora juga meluncurkan Calendar of Event 2026 sebagai panduan bersama seluruh program kepemudaan dan olahraga sepanjang tahun. “CoE ini menjadi instrumen informasi bagi masyarakat, mitra, dan wisatawan mengenai jadwal kegiatan di Kota Bandung,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa sektor pemuda dan olahraga tetap strategis. Bonus demografi yang didominasi generasi muda harus diarahkan pada aktivitas positif, produktif, dan berdaya saing. “Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Mereka harus dijauhkan dari penyakit sosial dan diarahkan pada kegiatan yang membangun karakter, prestasi, dan kesehatan,” ujarnya.
Puncak acara ditandai dengan seremoni peluncuran logo GASPOL Dispora Kota Bandung yang melibatkan Wali Kota Bandung, perwakilan DPRD, Kepala Dispora, serta jajaran pejabat terkait, disertai tampilan visual motion graphic dan musik pendukung. Peluncuran ini menjadi simbol dimulainya fase baru gerakan kepemudaan dan olahraga di Kota Bandung.
Melalui GASPOL dan Calendar of Event 2026, Dispora Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem kepemudaan dan olahraga yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada kesehatan masyarakat, penguatan karakter generasi muda, serta penggerak ekonomi lokal melalui industri event, pariwisata, dan ekonomi kreatif.***
Red/Pupu.






0 Komentar