Oknum berinisial M tersebut diduga kerap menggoda seorang perempuan yang telah bersuami. Isu ini sontak memicu kemarahan dan kekecewaan warga, lantaran tindakan tersebut dinilai tidak hanya mencederai norma sosial, tetapi juga merusak wibawa kepemimpinan di tingkat lingkungan.
“Ini sangat memalukan. RT itu dipilih untuk mengayomi, bukan membuat keresahan,” ujar salah satu warga dengan nada geram.
Sorotan makin tajam karena yang bersangkutan diketahui telah memiliki istri dan anak. Warga menilai, sebagai figur publik di lingkup paling dekat dengan masyarakat, seorang RT seharusnya menjaga etika, kehormatan, dan integritas moral.
“Kalau benar terjadi, ini bukan persoalan pribadi semata. Ini menyangkut marwah jabatan dan kepercayaan warga,” tegas salah satu tokoh setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari oknum RT yang bersangkutan maupun dari pihak Kelurahan Binong. Warga berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut dan segera ditangani secara transparan demi menjaga keharmonisan lingkungan.
Masyarakat kini menanti sikap tegas aparat kewilayahan. Sebab, jabatan publik sekecil apa pun tetap menuntut tanggung jawab moral sebesar-besarnya.***




0 Komentar