Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan hal itu merupakan salah satu upaya untuk menekan kebutuhan pokok masyarakat, melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas, termasuk YDSP yang berlokasi di Jalan Nana Rohana.
Dalam kegiatan tersebut, Farhan menyampaikan penyaluran bantuan sembako dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Kota Bandung sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama Ramadan.
“Hari ini kita hadir bersama komunitas, kali ini dari komunitas YDSP di Jalan Nana Rohana. Alhamdulillah, di lokasi ini kita menyalurkan sekitar seribu lebih paket sembako selama 12 hari,” kata Farhan, Senin 9 Maret 2026.
“Totalnya selama periode 25 Februari sampai 13 Maret ada sekitar 12.000 paket yang kita distribusikan. Ini bagian dari upaya menambah kemeriahan Ramadan sekaligus membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan, Pemkot Bandung juga berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkot Bandung juga memperketat pengawasan terhadap potensi penimbunan barang yang dapat memicu lonjakan harga.
“Yang paling penting bagi kami adalah memastikan distribusi dan supply chain tidak terputus. Kami juga bersama kepolisian dan Bulog melakukan pengawasan terhadap tempat penyimpanan bahan pokok agar tidak terjadi penimbunan,” jelasnya.
Pemkot Bandung bahkan telah memiliki daftar gudang resmi beserta data stoknya. Jika ditemukan penyimpanan yang melebihi batas kewajaran, pemerintah akan segera mengambil tindakan tegas.
“Kami sudah memiliki daftar gudang resmi dan stoknya. Jika ada yang melebihi kewajaran akan langsung kami tindak agar tidak terjadi penimbunan dan harga tetap dalam jangkauan yang wajar,” kata Farhan.(red)**
Sumber: Diskominfo Kota Bandung





0 Komentar