Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Tiga Pilar Kewilayahan di Pendopo Kota Bandung, Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan menyampaikan, Kota Bandung merupakan salah satu kota strategis di Indonesia yang selalu menjadi perhatian pemerintah pusat.
Sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya, dinamika yang terjadi di Bandung kerap menjadi barometer kondisi nasional.
Ia menjelaskan, keberadaan tiga pilar kewilayahan yakni unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri merupakan pondasi utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Sinergi antara camat, lurah, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas dinilai sangat penting dalam merespons berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat.
Farhan mencontohkan peristiwa yang terjadi pada 28–31 Agustus 2025 lalu, ketika Kota Bandung menghadapi berbagai gesekan sosial yang sempat meningkatkan eskalasi situasi keamanan.
“Kerja sama antara Forkopimda, Forkopimcam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para lurah terbukti mampu menurunkan eskalasi situasi sehingga Kota Bandung tetap kondusif,” katanya.
Lebih lanjut Farhan menekankan bahwa hubungan kelembagaan yang kuat perlu dibarengi dengan kedekatan secara personal melalui silaturahmi.
Menurutnya, tradisi silaturahmi menjadi kekuatan khas dalam budaya Indonesia yang mampu mempererat hubungan antar lembaga.
Dalam kesempatan itu, Farhan juga menyinggung isu nasional yang sempat memicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Ia memastikan bahwa stok BBM di Kota Bandung dalam kondisi aman.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama Pertamina telah melakukan langkah antisipatif dengan menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat agar tidak terjadi kepanikan.
“Suplai BBM di Kota Bandung dipastikan aman hingga 20 hari ke depan dengan sistem pasokan progresif. Pemerintah pusat juga menjamin harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil,” jelasnya. (red)**
Sumber: Diskominfo Kota Bandung






0 Komentar