Kerusakan jalan akibat galian utilitas yang dikerjakan pihak Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) masih ditemukan di berbagai ruas strategis. Sejumlah titik seperti Jalan Gatot Subroto, Jalan Asia Afrika, Jalan Banceuy, hingga Jalan Otto Iskandardinata dilaporkan mengalami kerusakan berupa lubang, permukaan bergelombang, hingga tambalan yang tidak rata.
“Ini bukan sekadar soal estetika jalan, tapi menyangkut keselamatan publik. Kami melihat ada pola pembiaran terhadap bekas galian yang seharusnya segera ditangani secara tuntas,” tegasnya.
Pemkot Bandung bahkan mengancam akan memberikan sanksi lebih tegas, termasuk kemungkinan pemutusan jaringan utilitas jika peringatan ketiga (SP3) tidak diindahkan.
Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak pekerjaan yang belum memenuhi standar. Beberapa ruas jalan yang diklaim telah diperbaiki justru menyisakan permukaan yang tidak rata dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Penegakan aturan harus tegas. Jika tidak, persoalan ini akan terus berulang dan masyarakat yang dirugikan,” tambah Koordinator APB.
Pemkot Bandung sendiri menargetkan perbaikan dan penataan terhadap 17 ruas jalan pada triwulan kedua tahun 2026. Namun, APB menegaskan bahwa keberhasilan proyek utilitas tidak hanya diukur dari kecepatan pengerjaan, melainkan juga dari kualitas hasil akhir dan keselamatan masyarakat.***
Red/(APB).






0 Komentar